Jumat, 05 Februari 2010

Mapai Curug Cipurut


warung Teteh Wanayasa (POS berhenti 1)
Kalau melintas di jalan Kapten Halim Purwakarta akan terlihat papan petunjuk jalan beberapa meter dari pos polisi Pasar Rebo. Papan petunjuk jalan tersebut menujukkan dua buah nama yaitu nama situ Wanayasa dan Curug Cipurut.
Jarak untuk mencapai curug Cipurut sekitar 26 km dari titik tersebut. lumayan gowesable . Bisa kami jangkau untuk kategori bersepeda satu hari. Karena jarak tersebut biasanya bisa kami tempuh dalam waktu 3 Jam . Kok lama sekali hanya untuk jarak 26 km kok perlu 3 jam . Memang jalan menanjak sepanjang rute merupakan sebab yang utama perjalanan memakan waktu lama.

Perjalanan pada awal tahun ini menuju curug cipurut merupakan perjalanan yang menyenangkan . dari sisi rute , jalur ini merupakan jalur yang lengkap. Road, gravel dan single track sampai harus nyambung dengan jalan kaki.
Lokasi Curug ini ada di dera Sumurugul. Desa ini bisa kita googling dengan google maps . cukup jelas posisinya. Tidak susah ditemukan .
Pada hari libur lokasi ini penuh dengan anak muda yang berlibur ditempat ini sehingga wajar banyak tempat penitipan motor mendekati lokasi curug yang berada di balik perkebunan teh.
Kelebihan curug ini adalah lokasinya yang tidak terlalu jauh dengan jalan raya membuat kita bisa berjalan kaki saja untuk mencapainya dari Wanayasa. Menggunakan kendaraan bermesin cukup berat untuk mencapai lokasi curug. Bersepeda lebih mungkin menaklukkan medan yang berat ini. Batunya banyak di sepanjang jalan . Sebuah mobil minibus yang kali itun bersamaan waktunya dengan saat kami up hill terpaksa berhenti di tengah jalan ga, sanggup menaklukkan rute . terpaksa penumpangnya jalan kaki , sama dengan kami yang lelah gowes.
Sampai di ujung jalan sudah tidak bisa di gowes lagi, jalan nya tanah semua, licin dan curam menanjaknya. Tapi puas walau ndorong ndorong sepeda , hawa dingin gunung sudah terasa di daerah ini belum lagi hampatan tanaman teh membuat kita ga usah jauh jauh ke Puncak, cukup di sini bisa tie Walk.
Akomodasi cukup tersedia, dilokasi air terjun , sepotong gorengan yang fresh dari wajan / bukan oven harganya Cuma 500 perak. Wah makan gorengan pada saat dingin bisa ketagihan. Murah sih , demikian juga kopi dan teh .
Puas makan gorengan kita bisa berendam di bawah air terjun yang cukup deras. Bagikita yang taat beribadah tidak usah khawatir dilokasi ini ada sebuah tempat sholat yang bisa dipakai dengan nyaman. Bersih dan lega.
Untuk yang pengin jalan kaki sepuasnya lokasi ini sangat bagus untuk dicoba. Bagi yang dari luar kota bisa menjangkau lokasi curug dengan dua cara yaitu naik bus tujuan Purwakarta . sambung ke Pasar Simpang sambung ke wanayasa . dari wanayasa jalan kaki saja. Ongkos pasar simpang wanayasa adalah Rp. 5000 ,00 tiap penumpang .
Cara yang kedua pakai kereta api turun stasiun Purwakarta. Selanjutnya sama , titik pertemuan kedua moda tersebut adalah pasar Simpang. Kendaraan ke dan dari wanayasa biasanya mangkal di lokasi ini. Tiket masuk hanya Rp. 3000,00 per orang dewasa. Anak anak masih bebas dari bea .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar