Kamis, 04 Februari 2016

Gowes Seputaran Juanda

       Rabu pagi gowes sekitar Bandara Juanda. dari jalan kembar , masuk Sedati dan menyusur jalan menuju desa Cemendi . Walau pagi hari bersamaan dengan para pekerja menuju tempat berkarya , namun arus lalu lintas masih menyediakan ruang untuk mengayuh pedal dengan aman .
       Deru mesin pesawat udara terus menerus mengiringi setiap gowesan. Mendekati satu jam gowes, aroma kehidupan pantai mulai terasa. tambak tambak di kanan dan kiri jalan . saya lupa nama kampungnya, namun di depan depan rumah banyak ikan dan kepiting di jual. Ikan bandeng di timbang , 
       Sampai diujung jalan ,  bertemu dengan sungai kecil dengan perahu perahu ditambatkan dan kemudian bertemu ujung bandara Juanda. sambil menurunkan denyut nadi, kami berhenti di sebuah pemakaman. 
       Dalam perjalanan pulang,kami melewati sederetan rumah rumah lama berangka tahun 1940, 1960. rupanya desa di pinggir bandara ini sudah ada bangunan tembok pada tahun tersebut. Gowes awal tahun ini semoga membawa gairah gowes di tahun 2016.

Selasa, 11 Agustus 2015

Kreatif Tingkat Okem

Banyak cara yang dapat kita lakukan  untuk mencintai sepeda yang kita miliki. salah satunya dengan merawat  sepeda kesayangan . merawat sebenarnya bukan hanya berkaitan dengan umur pakai sepeda itu sendiri namun juga berkaitan dengan keselamatan pemakainya.
Kalau sudah berbicara keselamatan rasanya kita setuju itu adalah prioritas nomor satu. kecepatan itu nomor yang ke sekian .
Ada cara yang kreatif yang dilakukan kang okem ini untuk menjaga performa rem sepedanya. Salah satunya dengan menambahkan karet bekas ban dalam untuk mengembalikan caliper pada posisi semula. Berbagai ekspresi dapat muncul melihat caliper sepeda ini tapi yang jelas ini kreatif  .
kelewatan ini kreatifnya. dan kelewat cinta terhadap sepeda. Ternyata kelewatan itu bisa juga memiliki makna yang bagus ya dalam arti positif.
kelewat sayang , kelewat kreatif . Tetapi jika hanya kelewatan kenapa malah artinya negatif? padahal itu belum selesai kalimatnya. 

Sabtu, 27 September 2014

Gowes Gresik Mojokerto

Bermula dari lihat lihat google map timbul mencoba gowes dari gresik ke Mojokerto lewat Manganti.
dari simulasi jarak yang saya peroleh , maka jarak Gresik Mojokerto adalah 50 km . Rasanya jarak itu gowesable walaupun sudah lama tidak bersepeda jauh sepertinya sisa sisa tenaga dan semangat masih ada. Tak disangka pas mau berangkat ponsel habis bateray , maka petunjuk jalan sama sekali tidak tersedia selain nanya sepanjang jalan.
Gowes dimulai dari jalan Veteran ke arah Surabaya.Sampai di jembatan kali Lamong berbelok ke kanan menyusur jalan ke arah Stadion Bung Tomo. Dipagi hari. Jalanan lengang termasuk jalan menuju stadion Bung Tomo . Bhkan menurut penuturan teman teman , jalan ini memang terkenal lengang. Hanya beberapa Truk Pengangkut Sampah dari Pemkot Surabaya yang konvoi melewati jalan ini. Karena tidak membawa alat navigasi maka Stadion ini jadi patokan buat arah jalan .
Sepanjang Jalan menuju Stadion Bung Tomo , Petani Garam Sedang Panen , Gudang Gudang penimbun Garam ada sepanjang jalan. Rute ini relatif datar. Hanya lalu lintas padat setelah melewati jalan menuju manganti.
dari Manganti ke Legundi, truk besar mulai melintas dijalan . Melewati jalan seperti ini harus hati hati. bahkan sesungguhnya setiap sepeda harus berkonsentrasi dengan apa yang ada didepannya saja alias jalanan. jangan mikir apapun selain yang didepan ban sepeda . Serasa lama sekali menyelesaikan rute ini. Maklum ini adalah gowes agak jauh dan tempatnya bukan sekitar tempat tinggal. Berutung banyak pos pemberhentian yang bisa ditanya arah menuju tujuan .
Akhirnya setelah gowes tiga jam lebih kota Mojokerto berhasil saya capai . Namun minimnya referensi yang saya bawa membuat saya hanya berpatokan Aloon Aloon kota sebagai tujuan utama.
Kota Mojokerto ini pasarnya hidup. entah lagi musim buah atau karena tanah yang subur, buah buah segar melimpah di pasar. Pantas Mojokerto ini menjadi kota Madya selain kabupaten.

Sungai yang mengalirkan air menjadi aset luar biasa kota ini. Mojokerto kota yang bersih. saya sempat melintas beberapa jalan yang selalu berkaitan dengan kerajaan Terbesar di Indonesia itu. Menjelang Siang saya mencicipi Gado Gado di depan SMK Paramita. dan melintasi kampung sepatu. Ketika melintas kampung ini saya bertanya dalam hati apa hubungannya kampung sepetu ini dengan Pabrik sepatu Pro ATT? entahlah mungkin ada hubungan sebab akibat saya belum sempat bertanya.

Sabtu, 20 September 2014

Red head

Ini proyek ganti head sepeda lama saya . penggantian tersebut saya lakukan karena head set atau anak anak biasa menyebut
"kom " sudah longgar dan ukurannya saya nilai terlalu pendek. 
Pekerjaan pertama yang harus saya lakukan adalah menemukan head pengganti. beruntung saya bisa menemukan barang lama untuk dikanibal dengan harga sepuluh ribu rupiah saja. beberapa referensi bengkel yang bisa mengerjakan penggantian tersebut terpaksa tidak saya lakukan dengan alasan saya fikir ini pekerjaan sederhana. Ternyata kerapian dalam pengelasan menjadi masalah utama dalam pekerjaan ini. 

Bengkel las listrik tidak direkomendasikan untuk pekerjaan ini saya langgar. beruntung akhirnya menemukan bengkel las yang mumpuni untuk penggantian head ini. las kuningan untuk hasil yang rapi dianjurkan untuk penyambungan frame berbahar baja tersebut. 

Setelah pembersihan dan pengecatan akhirnya red head sudah bisa saya rakit  kembali.
terima kasih bengkel sepeda abo lapang
Polri pasar rebo atas head sepedanya. bengkel las depan pustu ciseureuh. dan bengkel las bandi depan alfamidi munjul atas las kuningannya 

Sabtu, 02 Agustus 2014

Gowes lebaran

Hari ini sabtu 2 Agustus 2014 .5 hari setelah lebaran ,ada acara kumpul kumpul anak Puma di Situ .Cigangsa . Ini adalah gowes silaturahmi. Rencananya sih mau ngumpul gitu di warung pojok situ cigangsa .
Ternyata acaranya berubah gowes ke BIC. Yaaah pasrah deh sebagai pengekor.
Satu persatu rider puma berdatangan . Kangen kangenan khas cerita lebaran pun dimulai. Laksana ketemu jalur single trek yang aduhai . Cerita pengalaman gowes yang tersimpan di ingatan rider puma mulai mengalir.
Pak Yayat misalnya ,lancar bercerita perjuangan menciptakan trek 17 . Trek 17 adalah  sebuah jalur bersepeda yang baru saja dipakai event ulang tahun puma . Panjang jalur ini tepatnya 16.53 km menurut sumber endomondo bike trek yang di upload oleh mody oslo.
menurut keterangan Pak Yayat ,beliau adalah rider asal Tangerang Banten. Juga tidak ketinggalan kebanggaan pak Yayat akan jumlah rider yang ikut xc kemarin .
Puas cerita ngalor ngidul. Ngetan ngulon acara ditutup dengan makan siang yang luar biasa nikmat.

Senin, 16 Desember 2013

Element cobra

Finally after wait for about Two years I can buy a folding bike. Althought there is not a new one I really happy whit this stuff.
Element cobra a 20" folding bike whit some upgrade component. The original single chainring was replaced by alivio Triple chainring make this folding bike feel like mtb.
Oem rear dereuleur was repleced by sora make this stuff more responsive for gear shifting.
I don't care about the price . although it is more expensive that normal price.if there are true ,May be it was just a hundred thousand rupiah.
Whit this bike in my hand ,the new advanture begins.
I named this bike "discovey". Bring this bike will find new advanture  and discover new destination for  biking

Minggu, 25 November 2012

United Ergo Comfort Sadle

One of united component that can be consider to replace another broken sadle is United Ergo comfort sadle .It onny 50.000 (idr)the sadle can fit in our bike and star pedaling . The sadle have thick foam so can use to long distance cycling . Last Week I use my bike pedaling to Walahar Water gate. Walahar Water Gate build by Hindia Belanda Government at 1923 and start to watering rice field in Karawang at 1925. Walahar Water gate use to manage watering 87.500 (ha are) rice feld . This heritage is object vital national I think. without this water gate we can not produce rice like this day.
Pedaling to Walahar is about 69 km to and from Purwakarta via Bukit Indah City and Curug . Curug is one of mini hydro electricity in citarum river. Citarum river were walahar water gate established. The Route are up and down . Total climbing is about 1440 m.That really surprising me . the fact of total climbing is twice then my persuade before. From Curug to my home i must pedaling under the hard rain . never mind pedaling under the rain done not make us sick. Really this sadle make pedaling full joy. This sadle is suitable for recreational biking. Recreational is not only sport. That are combining sport and fun bike. We never forget to tasting Satay and Soup. Another time we tasting pepes. Pepes usually steamed jambal wrapped with banana leaf to cook it. Pepes Jambal is famous stuff at Walahar water Gate .

Rabu, 14 November 2012

Discover of Cikempung Village

Sunday, November 11 2012 like other holyday we cycling arround Purwakarta. Our destination is Cikempung Village  one of several villages that  Cikampek- Palimanan project is running   .
Cikempung Village is about 4 km from Cibungur Raliway Station but we are Pedaling to Cirangkong first . We are Pedaling to Cirangkong  because if we direct to Cikempung by road way  thedetination is about 20 km. Then we make  longer destination by rounded to Cirangkong then Cikumpay .
12 men  pedaling about 3 hours and two minutes  to accomplish this tour. Cheerfull after reach Cikempung . We celebrate with tea party and  softdrink.
This rute is mixing roadway and single trek. pure of oxygen we can find at Cikumpay  Indonesia State of Rubber. This tour give us 900 m up hill . 50% more up hilling than pedaling to Wanayasa (700 mdpl)
Finally we discover Cikempung one of litle  village  in Purwakarta.   
Pedaling at toll project is fun More advantage. We pedaling at single trek with natural environment. No motoRcycle. No car . Pure Oxygen.      
Here is data of pedaling to Cikempung Distance: 44 km Pedal time: 3 hrs Total Climb: 900 m Calorie: 450 cal Mess with cateye velo 5 Holux 1000c gps datalog camera : Kodak easy share

Minggu, 28 Oktober 2012

Randiah Kampung di Ujung Jalan

Pagi di hari Ahad bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda kami berkumpul disitu Buleud sebagai lokasi ngumpul sebelum gowes. Situ buleud penuh dengan keramaian pagi ini. Makanan khas Purwakarta yaitu sate Maranggi dapat kita nikmati pagi pagi sekali di danau buatan Pemerintah Belanda tempo dulu.
Setelah berembug dengan penggowes yang ada kami bulatkan tekad untuk mendatangi kampung Randiah Kampung Randiah ada disekitar desa Sukajadi , dan Parakan lima .
Untuk mencapai kampung kecil diujung jalan Parakan Lima, sekurang kurangya kami harus mendaki dengan total tanjakan mencapai 1017 meter. Tanjakan sebanyak itu memang bukan tanjakan tunggal tetapi hasil penjumlahan semua tanjakan yang kami lalui dari medan yang berbukit bukit. sepanjang perjalanan kami menemukan persawahan yang siap panen dan ada sebagian yang masih menghijau. Anak anak sepanjang jalan yang kami lewati menyambut kami dengan senyuman dan lambaian tangan.
Selepas Kampung Radiah, kita akan menemukan sebuah jembatan gantung yang lumayan indah, di jembatan ini kami sempatkan berfoto .

Minggu, 07 Oktober 2012

MTB Bukan Hanya OTOT

Dalam Trek ISSi Purwakarta di Hutan Cirendeu ada beberapa tanjakan yang termasuk tanjakan sulit.Salah satu diantaranya adalah tanjakan pohon Asem. dalam rekaman gambar yang berhasil kami dapatnya, hanya 4 orang dari peserta di kelas junior yang secara bersih dapat melewati tanjakan ini. Beberapa pembalap mungkin memiliki otot yang lebih kekar namun otot saja tidak cukup . Disamping otot perlu teknik untuk menaklukan tanjakan sulit .
Terbukti memang MTB bukan hanya otot. Bersepeda bukan sekedar menggowes. perlu keseimbangan antara tenaga dan teori.

Berharap Suksesi di Sentosa-Polygon XC

Sebuah balap sepeda lokal dari komunitas sepeda gunung Purwakarta digelar hari Minggu 30 September 2012. ISSI Bike Trek di hutan desa Cirendeu dipilih sebagai lokasi untuk menjaring bibit-bibit baru pada olah raga balap sepeda gunung. Seperti biasa balapan sepeda selalu dibagi dalam beberapa kelas sesuai kelompok umur. Ada kelas junior, pemula , kelas Master dan juga kelas Senior. Batasan usia kelas tidak begitu ketat , ditandai dengan tidak adanya pemeriksaan identitas untuk melihat kesesuaian antara umur yang di akui dengan umur yang sesungguhnya. Namanya juga balap lokal aturanya masih longgar lokal juga. Walaupun begitu balapan ini sangat seru, tepuk tangan dan teriakan penonton diisekitar titik star riuh rendah begitu ada pembalap yang melintas. Sepertinya balapan ini hanya untuk mencari bibit bibit yang bisa di bina untuk menyediakan atlet sepeda di masa yang akan datang. Harapan ini tidaklah hampa , beberapa bibit potensial muncul dari balapan ini. Harus diakui, calon atlet yang datang dari Garut lebih siap untuk memenuhi harapan tersebut.walau mereka datang dari jauh , sepertinya pembinaan / regeneraasi atlet sepeda gunung di Kota Garut, bisa kelihatan hasilnya. Pelajaran dari balapan ini merupakan hikmah yang penting untuk membuat evaluasi pembenahan olah raga sepeda ditanah air. Pembalap muda yang menonjol dalam acara ini adalah seorang Rider bernama Dikdik dari Garut. Anak muda ini bahkan mampu melibas senior senior mereka yang sudah punya nama di dunia sepeda gunung
balapan ditutup dengan pembagian hadiah dan doorprize dari sponsor acara ini yaitun Polygon Purwakarta. Selain Sepeda Gunung, Balapan kali ini juga melombakan kelas BMX. Kelas BMX ini termasuk kelas yang paling banyak pesertanya. Wajarlah karena dunia BMX begitu dekat dengan anak remaja.

Senin, 16 Juli 2012

Gedungdoro BMX Unjuk Gigi

Wah seru sekali ketika anak anak Gedungdoro BMX unjuk kebolehan menampilkan atraksi lompat dan menari menggunakan BMX. Peristiwa unjuk kebolehan tersebut dilakukan dalam acara gowes Sahate tanggal 15 Juli 2012 di Purwakarta. diantara rangkaian acara , mulai dari nyanyi, dan lainnya , acara anak BMX inilah yang paling mendapat sambutan peserta sepeda santai. kalau boleh dikatakan , hari ini milik anak-anak BMX.
Hem, yang menegangkan adalah ketika dua orang BMX rider melompati 9 orang yang berjajar di jalanan .Untuk rekor Nasional , jumlah orang yang bisa dilompati dengan sepeda BMX ini adalah 10 orang. Kalau di ajang lokal saja mereka sudah mampu
melompati 9 orang , bukan tidak mungkin sebentar lagi rekor itu bisa disamai. Selain melompat secara horizontal. lompat secara vertikal juga dilakukan dengan menaklukan rintangan berupa sepeda motor kawasaki Ninja. Semua menahan nafas ketika dua rider secara bergantian melompati Kawasaki Ninja . Sebuah Motor Kawasaki sebagai hadiah utama dalam gowes kali ini menutup cerianya hari itu. Yang pasti seru banget rangkaian acara GOwes Sahate bersama Bupati Purwakarta kang H. Dedi Mulyadi , SH .