Senin, 28 Mei 2012
Fun Bike Galuh Mas
Sudah lumayan lama tidak ikut serta sepeda santai jadi antusias yang lumayan dan bersemangat ketika teman teman mengajak ikut fun bike di Karawang. jarak Purwakarta sebenarnya masih gowesable mebuat beberapa teman berkomitmen untuk datang ke Galuh mas dengan langsung di gowes dari Purwakarta .
Rencana saya datang ke Galuh Mas dengan menggunakan jasa kereta api dengan pertimbangan ada seorang teman yang baru bergabung ingit ikut merasakan kemeriahan sepeda santai. Jadi ga tega mengajak gowes dari Purwakarta.
Stasiun Purwakarta tidak begitu ramai pada hari minggu pagi . saya leluasa meletakkan si Putih sepeda MTB saya di gerbong 1. Tiket sangat murah untuk ukuran angkutan apapun . Rp. 1500,00 mengantar aku dari purwakarta ke Karawang . Laju kereta kencang dan hanya berhenti di stasiun Sadang dan Cibungur serta Cikampek sebelum tiba di Stasiun Karawang.
Jam 06.10 pagi sepeda saya turunkan dari gerbong satu KRD Lokal Purwakarta tujuan jakarta Kota.
Jalannya Fun Bike.
Setengah jam dari kedatangan saya di Perumahan Galuh Mas , tanda keberangkatan sepeda santai di mulai. Antusias sekitar 2000 peserta cukup untuk memenuhi jalan di Kota pangkal Perjuangan pagi itu.
Jalan mendatar dan mulus membuat peserta bebas memacu sepeda masing masing. Tempat istirahat perseta tersedia di sekitar panggung Utama. Perumahan galuh Mas ini memang berkelas. Lengkap dan tertata rapi.
Selesai menggowes , peserta dihibur oleh band lokal dan artis artis lokal Karawang dan Purwakarta. Kelompok seni dari karawang antara lain Dominasi band ikut memeriahkan acara hiburan. Sayang sekali , antusias peserta terhadap anak anak muda yang berkreasi kalah oleh goyangan . Jadi deh bang anak anak muda itu sepi supporter. Angin yang kadang berhembus kencang kadang mengalahkan teriknya matahari siang itu.
Selesai Fun Bike, peserta dari Purwakarta dibawah koordinasi bapak Oman Sulaeman kartyawan PT Indo Barat menggowes kembali ke purwakarta . Membelah angin dan melawan sengatan matahari siang itu menuju Purwakarta.
Senin, 19 Maret 2012
Antara Karawang Baru dan Dangdeur
Rute ini termasuk rute pernah gagal kami temukan. Namun berbekal semangat 45, rutersebu dapat kami temukan .
Jalur tunggal/ single trek di antara bukit bukit di sisi jalan tol Cipularang memberikan pengalaman bersepeda yang pasti pengin selalu diulang.
Rute ini terinspirasi dari Bike MAP . net yang memuat rute Ohm Hanif. Terinspirasi bahwa didalam lahan lahan pertanian sisi jalan tol ada rute yang mengantarkan ke sate Maranggi.
Rute yang dibuat Ohm Hanif bukan yang kami lalui kemarin , tapi rute itu memacu semangat kami bahwa antara Karawang baru dan BIC ada rute yang bisa dilalui sepeda.
Untuk menambah jarak tempuh , kami sengaja mengawali gowes ini dengan mengambil jalan memutar ke kampung jawa, kampung Cilele, Desa Mulyasejati, Curug , baru masuk jalur inti Karawang Baru. Jalan setapak menyusuri bekas jalan ternak memang bebarapa kali membuat kami memanggul sepeda dan mencari jalan lain untuk menemukan jalan yang bisa dilalui.
segala kelelahan terbayar dengan minum sepuasnya diwarung pertama yang kami temui selepas keluar darui hutan .
Jalur tunggal/ single trek di antara bukit bukit di sisi jalan tol Cipularang memberikan pengalaman bersepeda yang pasti pengin selalu diulang.
Rute ini terinspirasi dari Bike MAP . net yang memuat rute Ohm Hanif. Terinspirasi bahwa didalam lahan lahan pertanian sisi jalan tol ada rute yang mengantarkan ke sate Maranggi.
Rute yang dibuat Ohm Hanif bukan yang kami lalui kemarin , tapi rute itu memacu semangat kami bahwa antara Karawang baru dan BIC ada rute yang bisa dilalui sepeda.
Untuk menambah jarak tempuh , kami sengaja mengawali gowes ini dengan mengambil jalan memutar ke kampung jawa, kampung Cilele, Desa Mulyasejati, Curug , baru masuk jalur inti Karawang Baru. Jalan setapak menyusuri bekas jalan ternak memang bebarapa kali membuat kami memanggul sepeda dan mencari jalan lain untuk menemukan jalan yang bisa dilalui.
segala kelelahan terbayar dengan minum sepuasnya diwarung pertama yang kami temui selepas keluar darui hutan .
Senin, 05 Maret 2012
Menembus Cipendeuy- Wanayasa
Sudah lama ingin mencoba jalur yang satu ini. Jalur Cipendeuy Wanayasa lewat desa Cilutung. Banyak tantangan di rute ini, mulai yang ringan yaitu melewati jalan tanah disela sela pohon karet sampai memanggul dan nuntun sepeda sejauh 5 km.
Kampung Cigebang merupakan perkampungan terakhir wilayah kabupaten Subang yang kami lalui. Kalau dari Wikimapia, lokasi SD Cintawana telah ditandai di kampung ini.
kampung ini walau hanya dihuni beberapa keluarga ( tidak lebih dari 60 ) sepertinya, lumayan menyenangkan . Air bersih dari sumber tanah maupun mata air yang dialirkan lewat selang /pipa plastik tersedia di sini.
Selepas kampung ini , jalan menanjak, rusak dan berlumpur menjadi ujian kesabaran . Seandainya jalan ini tidak dilalui oleh penggemar olah raga otomotive, mungkin
kerusakan tidak separah ini.
Meter demi meter jalan kami lewati , sampai akhirnya menemui sebuah warung di pinggiran hutan . Lumayan , kopi dan mie rebus tersedia di warung ini. Warung tersebut walaupun tidak buka 24 jam tetapi selalu buka pada siang hari.
gowes masih berlanjut sampai desa cikubang di ketinggian 700 mdpl. Selepas tanjakan Sedesa, bonus turunan sejauh 25 km sampai mencapai Purwakarta bisa kami dapatkan
Walaupun tidak membawa GPS dan Peta , berbekal tanya sana - tanya sini rute Cilutung bisa kami selesaikan .
Kampung Cigebang merupakan perkampungan terakhir wilayah kabupaten Subang yang kami lalui. Kalau dari Wikimapia, lokasi SD Cintawana telah ditandai di kampung ini.
kampung ini walau hanya dihuni beberapa keluarga ( tidak lebih dari 60 ) sepertinya, lumayan menyenangkan . Air bersih dari sumber tanah maupun mata air yang dialirkan lewat selang /pipa plastik tersedia di sini.
Selepas kampung ini , jalan menanjak, rusak dan berlumpur menjadi ujian kesabaran . Seandainya jalan ini tidak dilalui oleh penggemar olah raga otomotive, mungkin
kerusakan tidak separah ini.
Meter demi meter jalan kami lewati , sampai akhirnya menemui sebuah warung di pinggiran hutan . Lumayan , kopi dan mie rebus tersedia di warung ini. Warung tersebut walaupun tidak buka 24 jam tetapi selalu buka pada siang hari.
gowes masih berlanjut sampai desa cikubang di ketinggian 700 mdpl. Selepas tanjakan Sedesa, bonus turunan sejauh 25 km sampai mencapai Purwakarta bisa kami dapatkan
Walaupun tidak membawa GPS dan Peta , berbekal tanya sana - tanya sini rute Cilutung bisa kami selesaikan .
Senin, 30 Januari 2012
Cigelam Kampung Bayur 9km Jalan Makadam
Menyambung rute sebelumnya, Minggu pagi kami lanjutkan kembali menyusur jalan tol Cipularang . jalan tanah yang cukup menyenangkan untuk bersepeda banyak tersedia di daerah ini. Banyak percabangan jalan yang digunakan penduduk dari tempat tinggalnya menuju sawah-sawah dan kebon yang tersedia dikaki kaki bukit sepanjang jalan tol ini.
Rute makadam dapat kita temui selepas kampung Gandasoli. Sepanjang kurang lebih 9 km, jalan makadam ini menghubungkan jalan raya Cikopak dan Jajan Raya Curug - kosambi.Tidak ada warung atau perumahan penduduk yang dapat kita jumpai sepanjang jalur ini . Hanya dikejauhan banyak petak petak pertanian terhapar di bawah rute. Suara kalung kerbau dan sapi.
jalan yang rusak karena dipakai untuk kegiatan olah raga bermotor dapat kami lihat disini. Kubangan dijalan tersebut membuat kami mencari jalan memutar . Bekas bekas jalan ternak kerbau atau sapi yang melintas memberi kami arah jalan yang benar.
Di akhir rute jalan benar benar hilang membuat kami tersesat dan menggunakan pematang sawah yang besar untuk mencapai jalan raya Curug -Kosambi.
kalau dihitung dari awal kami mengoowes di gang Perumahan Buana Indah jarak yang kami lalui adalah 12 km. waktu tempuh 3 jam .
jalan yang penuh pohon liar dan semak membuat ban kami tertusuk duri. beruntung duri baru benar benar menembus ban setelah kami melewati jalan aspal. jalan tanah yang kami lewati sebelumnya membuat tekanan duri tidak mampu membuat ban kami bocor. Saya ucapkan terima untuk 3 orang penggowes yang menemani pagi itu. Pak Rahmat, Muria dan Furqon .
Rute makadam dapat kita temui selepas kampung Gandasoli. Sepanjang kurang lebih 9 km, jalan makadam ini menghubungkan jalan raya Cikopak dan Jajan Raya Curug - kosambi.Tidak ada warung atau perumahan penduduk yang dapat kita jumpai sepanjang jalur ini . Hanya dikejauhan banyak petak petak pertanian terhapar di bawah rute. Suara kalung kerbau dan sapi.
jalan yang rusak karena dipakai untuk kegiatan olah raga bermotor dapat kami lihat disini. Kubangan dijalan tersebut membuat kami mencari jalan memutar . Bekas bekas jalan ternak kerbau atau sapi yang melintas memberi kami arah jalan yang benar.
Di akhir rute jalan benar benar hilang membuat kami tersesat dan menggunakan pematang sawah yang besar untuk mencapai jalan raya Curug -Kosambi.
kalau dihitung dari awal kami mengoowes di gang Perumahan Buana Indah jarak yang kami lalui adalah 12 km. waktu tempuh 3 jam .
jalan yang penuh pohon liar dan semak membuat ban kami tertusuk duri. beruntung duri baru benar benar menembus ban setelah kami melewati jalan aspal. jalan tanah yang kami lewati sebelumnya membuat tekanan duri tidak mampu membuat ban kami bocor. Saya ucapkan terima untuk 3 orang penggowes yang menemani pagi itu. Pak Rahmat, Muria dan Furqon .
Senin, 23 Januari 2012
Cross Country Sisi Jalan Tol
Disepanjang kiri dan kanan jalan tol yang menghubungkan kota kota di Jawa tersedia rute sepeda yang melimpah. salah satu rute tersebut bisa kita temui di antara kota bukit Indah Purwakarta sampai gerbang Tol Ciganea. Sebenarnya belum seluruh rute yang ada pernah kami coba.
Minggu kemarin , kami mencoba setengah dari rute yang bisa kita lihat dari tampilan wikimapia.
Masuk rute lintas alam ringan bisa di mulai dari terminal angkot Maracang. Dari tempat mangkal angkot tersebut, akan kita temui jalan tanah cukup lebar, cukup muat untuk dilewati kendaraan besar.
Munurun dengan sudut cukup untuk memacu sepeda sampai kecepatan 40 km / jam . berhenti diujung turunan , kita menemui sebuah sungai kecil tanpa jembatan , Sungai ini memaksa kita memanggul sepeda.
selepas sungai, Rute lintas alam yang menyenangkan bisa kita temui di sini. bukan promosi , namun rute ini perkiraan saya mendekati jalur Jati Asih mengingat, adanya persamaan - persamaan . Jalan tanah yang memang sudah biasa dilewati penduduk ini, terdapat batas batas tanah yang jelas, disamping itu adanya jalur listrik yang mengarah rute ini sepertinya jalur ini lambat laun akan merubah jadi jalan besar. Sebelum benar benar berubah, kita nikmati surga kecil ini. panjang rute jalan tanah yang sudah kami coba adalah 3, 5 km . jalan sejauh itu bisa kita selesaikan dalam waktu 45 menit. Jalan basah dan beberapa bagiannya becek bisa kami atasi dengan ban ukuran 2.0 knob besar.Dengan sedikit usaha , rute ini bisa di teruskan sejauh 10 km. cukup untuk memuaskan bersepeda lintas alam yang cukup terjangkau.
Senin, 02 Januari 2012
Gowes Silaturahmi 2012
Mengawali tahun 2012 , kami mengadakan gowes ke Gurudug lewat Cikolotok. Gowes ini merupakan gowes silaturahmi saja. 11 orang melewati jalur yang cukup menantang terutama setelah melewati TPS Cikolotok . Dua jembatan hilang tersapu banjir dan memaksa kami menuntun bahkan melepas alas kaki kami.
Jalur ini masih seperti gowes tahun sebelumnya, bikin capek tangan karena roda depan terus melewati batu batu yang menghias jalanan. Tidak ada kendaraan yang melintas di jalan rusak ini karena jalannya terputus.
Tantangan kesabaran kita baru terlihat ketika harus mendaki setinggi 100 meter sejauh 1, 5 km . Beda ketinggian 100 meter harus kami tempuh sejauh 1500 meter. saya tidak mengukur sudut kemiringan jalannya , yang jelas terasa banget nanjak di rute ini. beberapa waktu yang lalu saya hanya bisa mencapai setengah tanjakan lalu istirahat mengumpulkan enargi. Kali ini saya selesaikan tanjakan ini sampai ujungnya.
Selepas tanjakan tersebut jalan terus menurun sampai mencapai jalan raya Sadang ke Subang. Silahturahmi dengan tokoh sepeda Purwakarta Abah Rahmat Baron kami sempatkan sebelum melewati rimbunnya perkebunan Karet Cikumpay.
Terima kasih untuk Pak Falah(Paklah) untuk rute ini.
Penggowes:
1. Pak Didin
2. Pak Adang
3. Pak Edi Gang Bui
4. pak Rahmat Bayu Asih
5. Pak Lah
6. Ali
7. Marfuad
8. Odik
9. Bambang
10. Opik
11. Purnawarman
Jalur ini masih seperti gowes tahun sebelumnya, bikin capek tangan karena roda depan terus melewati batu batu yang menghias jalanan. Tidak ada kendaraan yang melintas di jalan rusak ini karena jalannya terputus.
Tantangan kesabaran kita baru terlihat ketika harus mendaki setinggi 100 meter sejauh 1, 5 km . Beda ketinggian 100 meter harus kami tempuh sejauh 1500 meter. saya tidak mengukur sudut kemiringan jalannya , yang jelas terasa banget nanjak di rute ini. beberapa waktu yang lalu saya hanya bisa mencapai setengah tanjakan lalu istirahat mengumpulkan enargi. Kali ini saya selesaikan tanjakan ini sampai ujungnya.
Selepas tanjakan tersebut jalan terus menurun sampai mencapai jalan raya Sadang ke Subang. Silahturahmi dengan tokoh sepeda Purwakarta Abah Rahmat Baron kami sempatkan sebelum melewati rimbunnya perkebunan Karet Cikumpay.
Terima kasih untuk Pak Falah(Paklah) untuk rute ini.
Penggowes:
1. Pak Didin
2. Pak Adang
3. Pak Edi Gang Bui
4. pak Rahmat Bayu Asih
5. Pak Lah
6. Ali
7. Marfuad
8. Odik
9. Bambang
10. Opik
11. Purnawarman
Senin, 26 Desember 2011
Mencari Jalan Ke Cigangsa
Situ Cigangsa merupakan sebuah situ kecil dipinggiran desa Munjul Purwakarta. Relatif mudah untuk dijangkau pakai alat transportasi yang ada. Kendaraan roda dua dan empat bisa dengan mudah untuk menjangkau situ ini. Namun jika kita ingin merasakan pengalaman yang berbeda maka tidak ada salahnya datang ke Situ Cigangsa dengan cara aprak aprakan .
Awalnya agak ragu dapat melakukan gowes bersama anak anak pada hari ini. Mendekati jam delapan pagi , belum ada anggota yang berkumpul , ditempat yang sudah biasa mereka ngumpul sebelum nggowes sepeda. Untung ada Pak Ben,pria sudah berumur yang muncul. Akhirnya diputuskan , tetap menggowes walau hanya kami berdua.
Rute lewat Cihuni kami lewati bukan seperti biasanya. Jalan kecil di sebelah dalam jalan utama memberi nuansa lain . Jalan menanjak dengan variasi kerusakan yang biasanya disukai pengguna ban ukuran 2.75 ke atas.
Sampai di desa Margasari kami juga ragu menentukan arah yang benar untuk sampai ke Situ Cigangsa melewati jalan tembus . Setelah muter muter jalan jalan kecil sampailah kami de lapangan sepak bola desa Margasari kami istirahat di sebuah warung , sambil minum kopi dan sedikit makan roti. Lumayan buat nambah tenaga.
Beruntung , ketika sedang asyik minum kopi , beberapa teman menyusul kami dari belakang. Jadilah waktu istirahat jadi agak lama . Berdua harus menunggu empat orang teman yang segera menyusul.
Setelah 6 penggowes terkumpul, maka mencari jalan ke situ Cigangsa kami lanjutkan . Syarat jalan yang kami lalui harus mengantarkan kami melewati sungai Ciherang melalui sebuah Jambatan gantung kecil. Setelah dua kali bertanya, jalan yang melalui jembatan gantung kami temukan . Jalan aprak aprakan , atau mengowes asal bisa sampai, jalan yang kami lewati tidak kami peduli, yang penting bisa sampai ke tujuan , makin liar jalan makin asyik. itulah makna gowes aprak aprakan bagi kami.
Situ Cigangsa telah kami lewati. Terus memutar Gear meleati kebun bambu, kebon jagung , pematang sawah, menyeberang jembatan bambu adalah pengalaman tak terlupakan akhir tahun ini. Rute ini pendek tapi berkesan. Mampu menyatukan kembali semangat gowes yang terputus selama sebulan.
Awalnya agak ragu dapat melakukan gowes bersama anak anak pada hari ini. Mendekati jam delapan pagi , belum ada anggota yang berkumpul , ditempat yang sudah biasa mereka ngumpul sebelum nggowes sepeda. Untung ada Pak Ben,pria sudah berumur yang muncul. Akhirnya diputuskan , tetap menggowes walau hanya kami berdua.
Rute lewat Cihuni kami lewati bukan seperti biasanya. Jalan kecil di sebelah dalam jalan utama memberi nuansa lain . Jalan menanjak dengan variasi kerusakan yang biasanya disukai pengguna ban ukuran 2.75 ke atas.
Sampai di desa Margasari kami juga ragu menentukan arah yang benar untuk sampai ke Situ Cigangsa melewati jalan tembus . Setelah muter muter jalan jalan kecil sampailah kami de lapangan sepak bola desa Margasari kami istirahat di sebuah warung , sambil minum kopi dan sedikit makan roti. Lumayan buat nambah tenaga.
Beruntung , ketika sedang asyik minum kopi , beberapa teman menyusul kami dari belakang. Jadilah waktu istirahat jadi agak lama . Berdua harus menunggu empat orang teman yang segera menyusul.
Setelah 6 penggowes terkumpul, maka mencari jalan ke situ Cigangsa kami lanjutkan . Syarat jalan yang kami lalui harus mengantarkan kami melewati sungai Ciherang melalui sebuah Jambatan gantung kecil. Setelah dua kali bertanya, jalan yang melalui jembatan gantung kami temukan . Jalan aprak aprakan , atau mengowes asal bisa sampai, jalan yang kami lewati tidak kami peduli, yang penting bisa sampai ke tujuan , makin liar jalan makin asyik. itulah makna gowes aprak aprakan bagi kami.
Situ Cigangsa telah kami lewati. Terus memutar Gear meleati kebun bambu, kebon jagung , pematang sawah, menyeberang jembatan bambu adalah pengalaman tak terlupakan akhir tahun ini. Rute ini pendek tapi berkesan. Mampu menyatukan kembali semangat gowes yang terputus selama sebulan.
Jumat, 16 Desember 2011
Minggu, 20 November 2011
Sukajadi-Galudra
Rute Sukajadi ini sudah sering kami lewati, tetapi hari ini menjadi rute yang berat karena dari rute reguler tersebut kami sambung ke Tanjung sari dan dilanjutkan ke Galudra. Secara umum jalan di rute ini sudah mulus / halus . bahan yang dipakai untuk mengeraskan jalan terdiri dari dua jenis. Jenis aspal dan jenis semen cor.
Ketinggian rute ini seperti rute rute yang lain di Purwakarta hanya bermain di rentang 200 sampai 300 meter. Walaupun begitu rute ini cukup membuat paha saya kaku dan ga bisa digerakkan . Terpaksa kayuhan ku hentikan menunggu sampai kelenturan kakiku bisa diajak memutar rantai kembali.
Tidak penting seberapa cepat untuk bisa menyelesaikan rute ini , karena bagi pesepeda umat umatan seperti saya yang penting adalah mendapatkan kesegaran badan dan menemukan teman teman baru. Berangkat dari depan showroom Mobil milik ketua ISSI Purwakarta sekitar jam 7: 30 pagi , saya memerlukan waktu 1 jam dan 15 menit untuk mencapai tanjakan Gulampok . Sebuah tanjakan yang sangat melegenda , cukup membuat kaki kaki kita kaku dan ngadat untuk memutar rantai .
Selebihnya dari rute tersebut , mulai dari Sukajadi,Tanjungsari dan Salem , praktis hanya sisa tenaga yang masih membuat saya bisa menyelesaikan rute ini.
Bersepeda dibawah guyuran hujan , membuat beberapa kelompok pesepeda harus mencari tempat berlindung dari guyuran air.Sepanjang setengah dari rute ini , kami menyaksikan buah rambutan yang sudah merah kulitnya dan sesekali ada aroma buah durian yang menyegarkan.
Satu lagi yang membuat kami tetap berbesar hati untuk melewati rute ini di kelompok paling belakang sekalipun adalah adanya pemberi petunjuk arah untuk menyusul rombongan yang ada di depan. Anak-anak selalu memberi semangat kami yang tertinggal dibelakang. Jumlah rombongan yang lebih dari 20 orang membuat kami begitu diperhatikan dirute yang kami lewati. Keadaan tersebut membuat kami tidak tersesat dirute yang berbukit dan boleh dikatakan sepi dari polusi.
Setelah hampir membiarkan scoot merah tergantung selama 2 bulan . Gowes ke Galudra melewati Ban Besar Ciawi Tali menjadi obat rindu menggowes.
Walaupun Rute ini penuh turunan yang menukik dan rata rata rusak, Shimano Mekanikal disc brake masih mumpuni untuk menahan laju sepeda. Walaupun sudah berumur, Shimano Mekanikal disc brake tersebut tetap menjadi andalan .
Minggu, 23 Oktober 2011
Fun Bike Ulang Tahun ke 12 Alfamart
Cukup meriah, kesan itu yang nampak ketika saya berbaur dengan peserta fun bike dalam rangka ultah ke 12 Alfamart. Peserta yang hadir saya tidak bisa memastikan dengan pasti, namun melihat panjangnya barisan sepeda yang ada , Fun Bike kali ini cukup menyedot perhatian warga Purwakarta.
Fun Bike kali ini kita dapat melihat wajah wajah yang selama ini jarang kita temui, beberapa gadis belia ikut serta dalam fun bike kali ini. Biasanya pesepeda itu identik dengan anak laki laki, atau bapak bapak yang sepertinya sudah purna tugas.
Rute Baru yang dilalui peserta , melewati jalan didepan SMPN 5 Purwakarta. Jembatan yang melintas di jalur rel kereta api menjadi daya tarik sendiri. banyak peserta yang berhenti sekedar mengambil nafas dan memanfaatkan lokasi tersebut untuk mengabadikannya. Hiburan live musik sepertinya lain dari biasanya. Dari suara penyanyi dan hentakan musiknya kelihatannya fun bike ultah Alfamart memang dipersiapkan dengan baik.
Fun Bike kali ini kita dapat melihat wajah wajah yang selama ini jarang kita temui, beberapa gadis belia ikut serta dalam fun bike kali ini. Biasanya pesepeda itu identik dengan anak laki laki, atau bapak bapak yang sepertinya sudah purna tugas.
Rute Baru yang dilalui peserta , melewati jalan didepan SMPN 5 Purwakarta. Jembatan yang melintas di jalur rel kereta api menjadi daya tarik sendiri. banyak peserta yang berhenti sekedar mengambil nafas dan memanfaatkan lokasi tersebut untuk mengabadikannya. Hiburan live musik sepertinya lain dari biasanya. Dari suara penyanyi dan hentakan musiknya kelihatannya fun bike ultah Alfamart memang dipersiapkan dengan baik.
Selasa, 06 September 2011
Gowes Pertama Setelah Lebaran
Tidak menunda suatu pekerjaan merupakan kebiasaan baik . Dan kebaikan harus dibiasakan , oleh karena itu segera pada pekan pertama setelah lebaran kami langsung saja bertekad mengayuh pedal sepeda kami. Berapa orang yang terkumpul pokoknya gowes dulu. Seberapa jauh atau dekat yang penting mulai dulu.
Rute yang kami pilihpun tidak begitu ekstrim . Melewati rute yang nyaris tidak akan ketemu kendaraan roda 4.
Minggu 4 September 2011, sebanyak 5 orang penyuka sepeda gunung mencoba mendatangi kampung Jawa . Sebuah kampung yang jauh dari hiruk pikuk kota. Rute terseebut kami pilih untuk menghindari pertemuan dengan pengguna jalan bermotor lainnya yang memang masih dalam suasana pulang balik lebaran 2011.
Lumayan setelah vakum dari aktifitas bersepeda selama satu bulan . rute ke kampung jawa melewati kota bukit indah pada rute pulangnya merupakan awal yang baik untuk kegiatan bersepeda .
Rute yang kami pilihpun tidak begitu ekstrim . Melewati rute yang nyaris tidak akan ketemu kendaraan roda 4.
Minggu 4 September 2011, sebanyak 5 orang penyuka sepeda gunung mencoba mendatangi kampung Jawa . Sebuah kampung yang jauh dari hiruk pikuk kota. Rute terseebut kami pilih untuk menghindari pertemuan dengan pengguna jalan bermotor lainnya yang memang masih dalam suasana pulang balik lebaran 2011.
Lumayan setelah vakum dari aktifitas bersepeda selama satu bulan . rute ke kampung jawa melewati kota bukit indah pada rute pulangnya merupakan awal yang baik untuk kegiatan bersepeda .
Senin, 05 September 2011
Ke (kampung) Jawa lewat (cikao )Bandung
Lokasi Kampung Jawa akhirnya sampai juga saya ke sana. Kampung jawa ini berada di sekitar sungai Citarum . Entah kapan komunitas orang jawa ini berada ditengah tengah masyarakat Sunda. Komuniktas ini tidak berjumlah banyak , hanya saja bisa dikenali dari bahasa yang mereka pergunakan.
Berawal dari menyebeberang sungai citarum di kampung Talibaju, saya sudah bisa menemui beberapa orang kampung jawa tersebut yang kebetulan juga menyeberang. Penyeberangan dengan perahu tanpa mesin tersebut menjadi jalan terpendek untuk menuju "dunia luar". Memang beberapa penduduk yang saya temui masih menggunakan bahasa jawa. Luar biasa mereka bisa bertahan dilokasi yang cukup terisolasi.Di penyeberangan kampung Talibaju kita cukup membayar 2 ribu sekali menyeberang , sudah termasuk sepeda yang kita bawa
Jalan memang menanjak dan berbatu . Biasalah Jalan kampung memang seperti itu. Kanan dan kiri pohon pohon masih rindang walaupun perlahan pohon kayu yang ada mulai tergantikan dengan tanaman bambu.
Aktifitas pengambilan kayu bisa kita rasakan disini. Dimulut kampung bisa kita temui pembuat kusen dengan bahan bahan yang sepertinya bisa diambil dari sekitar rumah mereka. Satu , dua potong kayu yang sudah berbentuk persegi juga bisa kita temui tergeletak di pinggir pinggir jalan.
Menggowes menaklukkan rute ke kampung jawa memang wajib diulang . Pada saat udara tidak terasa panas seperti saat ini, melewati rute ini pasti lebih menarik. Rute ini bisa kita buat panjang dengan mengambil jalan ke arah kampung Nerogtog. kampung Nerogtog adalah nama kampung yang sepertinya sudah ada sebelum republik ini berdiri.
melewati rute ini harus berbekal recovery kit dan pengat tubuh . Sepanjang trek lebih dari 30 km dengan jalan berbatu ini jarang ada warung. salah satu warung yang menyediakan air minum dan makanan ada di kampung Cilele. Adapun tukang tambal ban dapat kita temui di kampung Nerogtog.
Berawal dari menyebeberang sungai citarum di kampung Talibaju, saya sudah bisa menemui beberapa orang kampung jawa tersebut yang kebetulan juga menyeberang. Penyeberangan dengan perahu tanpa mesin tersebut menjadi jalan terpendek untuk menuju "dunia luar". Memang beberapa penduduk yang saya temui masih menggunakan bahasa jawa. Luar biasa mereka bisa bertahan dilokasi yang cukup terisolasi.Di penyeberangan kampung Talibaju kita cukup membayar 2 ribu sekali menyeberang , sudah termasuk sepeda yang kita bawa
Jalan memang menanjak dan berbatu . Biasalah Jalan kampung memang seperti itu. Kanan dan kiri pohon pohon masih rindang walaupun perlahan pohon kayu yang ada mulai tergantikan dengan tanaman bambu.
Aktifitas pengambilan kayu bisa kita rasakan disini. Dimulut kampung bisa kita temui pembuat kusen dengan bahan bahan yang sepertinya bisa diambil dari sekitar rumah mereka. Satu , dua potong kayu yang sudah berbentuk persegi juga bisa kita temui tergeletak di pinggir pinggir jalan.
Menggowes menaklukkan rute ke kampung jawa memang wajib diulang . Pada saat udara tidak terasa panas seperti saat ini, melewati rute ini pasti lebih menarik. Rute ini bisa kita buat panjang dengan mengambil jalan ke arah kampung Nerogtog. kampung Nerogtog adalah nama kampung yang sepertinya sudah ada sebelum republik ini berdiri.
melewati rute ini harus berbekal recovery kit dan pengat tubuh . Sepanjang trek lebih dari 30 km dengan jalan berbatu ini jarang ada warung. salah satu warung yang menyediakan air minum dan makanan ada di kampung Cilele. Adapun tukang tambal ban dapat kita temui di kampung Nerogtog.
Senin, 25 Juli 2011
Berkunjung ke Perpustakaan Daerah
gedung perpustakaan daerah Purwakarta
Hari Minggu ini saya ketinggalan gowes ke curug. Saya juga belum jelas curug yang mana yang mau dituju teman teman .Nama Curug yang berarti air terjun lumayan banyak di Purwakarta ini. namun yang paling sering di artikan adalah Pintu Air Disungai Citarum dekat desa Mulya sejati.
Disamping teman teman berangkatnya kepagian (kira kira jam 7 pagi harus ngumpul ) saya juga belum fit setelah terkena batuk .
Saya Akhirnya mengunjungi perpustakaan daerah yang berada digedung barunya. Lokasi perpustaan daerah Purwakarta ini termasuk di lokasi kelas satu atau masuk lokasi paling elit. Menempati bekas gedung kembar , berada tidak jauh dari stasiun Purwakarta, saya acung jempol untuk pemberian gedung baru perpustakaan ini. Benar benar Briliant.
Yang paling menyenangkan dari suasana perpustakaan adalah banyaknya anak 2 usia sekolah yang menjadi pengunjung perpuskaan ini. Saya sengaja memarkir sepeda disebelah gedung yang memang diperuntukan untuk para pengunjung Perpus.
Perpus ini dilengkapi hot spot. Buka 7 hari seminggu . Beruntung sekali kita punya perpus sebagus ini.
Pulang dari perpus , saya gowes menyusuri jalan Jenderal Sudirman , melihat lihat penjual batu aji, dan saya sempatkan memasang batu cincin yang saya olah dari batu yang saya cari di sungai Ciherang Purwakarta.
Langganan:
Postingan (Atom)




























