Selasa, 31 Mei 2011
Sibe Sail Teman Night Riding
Lampu untuk sepeda yang murah dan sangat bermanfaat untuk membantu bersepeda pada malam hari. lampu sepeda sibe sail ini cukup murah , dapat kita bawa pulang dengan mengeluarkan uang tidak lebih dari 40 ribu rupiah. Makin pandai menawar makin rendah harga yang kita peroleh.
lampu jenis ini saya pakai karena untuk bike to work saya harus melewati dua tanjakan . Tanjakan cimaung yang lumayan panjang , agak merepotkan kalau saya harus memakai lampu yang ditenagai dengan dinamo engkol cap gajah andalan saya. Sebagai solusi, saya padukan lampu sibe Sail tersebut dengan batteray rechargeable merk shinyoku. Bukan bermaksud berpromosi, hanya sebagai panduan saja jika ada yang berminat memakai lampu sepeda tipe itu.
Batteray yang bisa di isi ulang dayannya tersebut saya pilih supaya tidak banyak uang yang harus saya keluarkan untuk bersepeda malam hari. Kembali kepda harga batteray shinyoku, hanya kurang dari 20 ribu untuk tiga buah batteray ukuran AA dengan daya 1,2 V ; 1200 ma . cukup untuk seminggu sekali isi ulang untuk dipakai pada jarak 6 km / hari . Sebenarnya bisa lebih dari itu, saya sudah hampir 2 minggu belum isi ulang lagi . Lampu Sibe Sail yang memakai lampu led yang sudah teruji hemat daya mungkin salah satu sebabnya.
Kalau boleh mengatakan lampu ini masih menyisakan sedikit tantangan dengan cara buka dan tutup batteray . Rentan rusak , karena bukanya seperti dipatahkan casingnya.
Senin, 25 April 2011
Pantai Wisata Tanjung pakis

Pantai wisata Tanjung Pakis berada di wilayah Kabupaten Karawang. Berada diujung . benar benar ujung . berbatasan dengan kabupaten bekasi dan wilayah DKI jakarta. jarang dari tempat saya, Pantai Wisata tanjung Pakis jaraknya kira kira 100 km.
Saya berangkat dari Purwakarta jam 7 pagi. perlengkapan sepeda komplit saya bawa. Bagasi yang baru saja saya rakit, Tas yang saya pinjam dari istri saya, segala perlengkapan mandi saya bawa juga. Saya disertai pak Edi, pak Nana dan Mas Ali.
Hambatan dalam perjalanan ini ada 2 : Angin yang kencang dan panas yang sangat terik. Maklum saya mulai melewati daerah Rengas Dengklok ketika waktu duhur sudah tiba. Saya benar benar menghabiskan berliter liter air untuk melewati jalan ini.
Jalan ke Tanjung Pakis ini benar benar unik, dimana jalan dari Rengas Dengklok tersebut benar benar hanya berakhir di pantai ini. Saya belum punya data yang pasti, tapi seolah olah jalan ini adalah jalan menuju titik landing kabel laut milik PT Telkom . Memang mendekati daerah pantai , kami mendapati 2 buah kantor milik perusahaan telekomonikasi tersebut. PT Telkom dan PT Indosat.
Selain dua kantor tersebut, ada dua objek yang bisa kita singgahi yaitu candi Jiwa di batu jaya dan Candi Blandongan .
Sepanjang jalan petunjuk candi Jiwa terus bisa kita temui. Hanya sayang petunjuk lokasi Pantai wisata Tanjung Pakis tidak Menyertakan jarak yang tersisa.
Pantai Tanjung Pakis Cukup menarik. Pantainya bersih dan pedagang di sini ramah ramah. salah satunya rumah makan pak Bulak. saya berterima kasih karena beliau mengijinkan kami menginap di warung ikan bakarnya.
Kamis, 14 April 2011
Bagasi MTB

Ini bagasi MTB pertama yang saya rakit. Saya menggunakan kata rakit karena belum berani menggunakan kata craft. Bagasi ini sudah lama saya fikirkan. Saya termasuk menyukai bersepeda jarak jauh dengan membawa beberapa keperluan yang bisa diangkut dengan sepeda. Mau tidak mau bagasi harus kita instal pada kendarran masa depan bernama Sepeda.
Unsur utama dari bagasi ini hanyalah sebuah stem bekas sepeda anak tang mempunyai kemampuan untuk menjepit mendekati diameter seat post. dengan sedikit ketrampilan dan usaha , clam dapat kita sambung dengan sebuah batang besi yang digunakan sebagai rangka utama . Dengan pengorbanan sedikit , saya korbankan bagasi sepeda lama untuk disatukan dengan rangka yang dilengkapi dengan clam .Jadilah Bagasi MTB sederhana .
Bahan bahan yang dipakai untuk merakit bagasi ini:
. Stem bekas Sepeda dengan 4 lubang
. besi profil 30-40 cm
. boncengan bekas.
. biaya pengelasan 25 rb (tergantung nego)
. penyesuaian diameter clam dengan seatpost/proses gurinda
Restorasi Hampir Selesai

Satu demi satu komponen sepeda 20" sudah saya pasang kembali. Dua buah roda dengan balutan produk lokal, Swallow. Ban dalam Kingland . Untuk gear belakang saya menggunakan merk GIONG yang sudah akrab di mata saya.Biasanya Giong itu tercetak pada operan belakan dan depan . Kalau untuk gear depan saya belum pernah melihat. Paling yang sering saya lihat merk dotek .
Okelah kita teruskan rantai lengkap dengan pedal dan komponen rem juga sudah selesai saya pasangkan. semua sudah hampir lengkap. tinggal spak board depan yang belum nemu. untuk boncengan ukuran 20 yang OEM sudah saya dapatkan dari simpanan sebuah bengkel di daerah Cigalugur. Jadilah anak anak gang satu persatu mencoba sepeda ini.
Jumat, 01 April 2011
Tertinggal Patas

Usaha untuk membawa sepeda siputih ke Jakarta perlu sedikit perjuangan . Semula saya sudah merencanakan menggunakan kereta api patas Purwakarta - Tanjung Priok yang berangkat pukul 12: 30 siang. Ternyata jadual tersebut salah saya persepsikan . Saya mengira kereta berangakt pukul 01:00. Maklum waktu itu saya bertanya kepada seseorang didalam kereta yang sedang berjalan.
Menggowes sepeda dengan sedikit beban dipunggung dari rumah saya ternyata membuat saya tertinggal 5 menit dari kereta Patas. saya tiba di Stasiun pukul 12: 35 PM , . semula saya yakin saya belum ketinggalan kereta karena diStasiun masih ramai calon penumpang. Biasanya kalau keadaan stasiun masih ramai, kereta yang mereka tunggu belum tiba. Ditambah lagi masih banyaknya angkot yang parkir seolah menunggu kereta yang akan tiba.
Tiba di Stasiun saya langsung bertanya tentang kereta Patas, ternyata kereta baru saja berangkat. Nafas masih belum tenang , sedikit kecewa melanda hati saya. Namun saya berjajni rencana gowes dari jakarta ke Purwakarta tidak boleh gagal.
Sepeda kembali saya gowes keluar areal Stasiun Purwakarta , berharap masih ada Bus yang bisa membawa saya ke Jakarta siang ini.
Beruntung masih ada bus dari Sadang ke jakarta / tanjung priok 1 jam lagi. Saya segera lepas ban depan sepeda. Tiang sadel saya lepas pula. Handle bar saya sesuaikan .
Bus Mercedes Benz dengan bagasi disamping terbukti muat untuk dijejali MTB dengan kondisi ban depan dilepas. Hanya dengan tambahan biaya sedikit dari tiket reguler. Siputih Speda MTBku bisa sampai Jakarta.
Rabu, 30 Maret 2011
Ditempel Gelisah, Didahului Panas
Susah juga kalau begitu. ketika bertemu pesepeda dijalan , maka ada dua kemungkinan mengikuti dari belakang atau mendahuluinya. Pengalaman saya , biasanya pesepeda akan gelisah kalau ada yang menempelnya. Tanda tanda kegelisahannya bisa kita liha dengan seringnya mereka menoleh kebelakang . Satu hal yang menunjukan ketidaksukaannya jika didahului yaitu dengan cepat berusaha mengejar dan mendahului lagi.
Sewajarnya kita tidak terlalu dekat mengikuti pesepeda lain atau main selongng saja, lewat tanpa permisi atau say hallo.
Sewajarnya kita tidak terlalu dekat mengikuti pesepeda lain atau main selongng saja, lewat tanpa permisi atau say hallo.
Selasa, 29 Maret 2011
Merapat di Monumen Karawang Bekasi

Lepas dari jembatan kuning, saya menyusuri jalan disebelah kanan rel kereta api. saya nikmati tiap putaran roda. Jalan kecil ini sangat nyaman untuk bersepeda. Tidak ada keramaian pengendara alat transportasi lain yang biasanya padat dihari libur kerja atau akhir pekan .
Tak terasa pusat kota telah saya lewati ketika pasar Johar Karwang sudah berada di belakang roda sepeda putihku. Kawasan yang dulu selalu menjadi titik macet lalu lintas karawang kini sudah sepi. Bioskop 123 sudah lama suram. Yang terlihat hanya sisa sisa pertempuran pemodal besar dan ekonomi rakyat yang kekalahannya menjadi kelihatan pasti.Setelah melewati lampu pengatur lalu lintas , nampaklah kemunduran kawasan ini. banyak toko toko tidak buka lagi. hanya sebagian kecil saja yang bertahan. Kekuatan pemodal besar terus mengalahkan pemodal kecil . Tak terasa sampailah aku pada sebuah monumen peristiwa Karawang Bekasi. Sebuah wujud yang menggambarkan dua pejuang berdiri dan tiarap . Tidak tertulis nama pejuang itu. Hanya puisi ciptaan Chairil Anwar tertulis disana
Senin, 28 Maret 2011
Bojong

Stasiun Bojong terlihat sangat sepi. Rupanya kereta lokal tidak diberangkatkan hari ini. Biasanya untuk menghindari kerusakan gerbong kereta api, kereta api tidak diberangkatkan pada hari - hari ada pertandingan sepak bola.
Perbuatan sebagian orang yang tidak bertanggung jawab telah mengakibatkan kerugian PT. KAI dimasa lalu menyebabkan perusahaan pelat merah ini mensiasati dengan cara membatalkan jadual perjalanan kereta lokal.
Puas berhenti di Stasiun Bojong , saya lanjutkan perjalanan menuju Purwakarta . Tujuan saya berikutnya mengambil beberapa gambar di sekitar jembatan kuning sungai Citarum. Jadilah saya berhenti Pasar Bojongsari. ya pasar tradisional Bojongsari dipinggir sungai citarum , dan disisi jalan kereta api. ,
Sayang sekali sekitar jembatan kuning , maaf bau jengkol, bau petai
Solo Trip Tanjung Priok -Purwakarta
Akhirnya terwujud juga kesempatan menggowes dari Jakarta ke Purwakarta. Minggu 27 Maret 2011 selepas kerja malam saya gowes sepeda melewati jalan raya Cacing , melewati jalan raya Bekasi dan gowes terus sampai capai deh.
Berangkat dari jalan raya pelabuhan sekitar jam 06: 15 AM , perut belum terisi nasi maka bertekat gowes sampai kota bekasi untuk sarapan pagi disana.
Sampai kanal timur saya berhenti sebentar untuk membetulkan posisi tas punggung yang mulai bergeser dari penyetelan awal.
Jalan raya Bekasi, pagi itu masih terasa sejuk, udara yang berawan sangat saya sukai . Matahari yang tertutup awan membuat panasnya tidak begitu menerpa kulit. Sepanjang jalan raya Bekasi ke arah Jakarta benyak pesepeda, sedangkan yang ke arah sebaliknya atau searah dengan perjalanan saya hanya sekali saya jumpai sekelompok pesepeda. Rupanya hari itu adalah hari bebas bersepeda dikota bekasi untuk jalan A. Yani. Disekitar GOR memang banyak pesepeda lalu lalang.
Sarapan pagi baru saya nikmati di sebuah warung Tegal sekitar Terminal Utama Bekasi. Lumayan bersahabat , nasi dan teh manis , dadar telur, orek tempe hanya 8.000 rupiah saja. Momentum paling saya tunggu ketika saya melintas di gedong Juang. Gedong juang memiliki cerita yang panjang.Gedung ini, menjadi sakti sejarah perjalanan bangsa Indonesia tercinta.
Pagi pagi di hari minggu gedong juang penuh aktifitas. Puluhan anak anak muda berlatih bela diri . Saya meminta ijin petugas di pintu untuk melihat lihat gedung yang selalu kelihatan dari lintasan kereta api Stasiun Tambun . Bersambung....
Berangkat dari jalan raya pelabuhan sekitar jam 06: 15 AM , perut belum terisi nasi maka bertekat gowes sampai kota bekasi untuk sarapan pagi disana.

Sampai kanal timur saya berhenti sebentar untuk membetulkan posisi tas punggung yang mulai bergeser dari penyetelan awal.
Jalan raya Bekasi, pagi itu masih terasa sejuk, udara yang berawan sangat saya sukai . Matahari yang tertutup awan membuat panasnya tidak begitu menerpa kulit. Sepanjang jalan raya Bekasi ke arah Jakarta benyak pesepeda, sedangkan yang ke arah sebaliknya atau searah dengan perjalanan saya hanya sekali saya jumpai sekelompok pesepeda. Rupanya hari itu adalah hari bebas bersepeda dikota bekasi untuk jalan A. Yani. Disekitar GOR memang banyak pesepeda lalu lalang.
Sarapan pagi baru saya nikmati di sebuah warung Tegal sekitar Terminal Utama Bekasi. Lumayan bersahabat , nasi dan teh manis , dadar telur, orek tempe hanya 8.000 rupiah saja. Momentum paling saya tunggu ketika saya melintas di gedong Juang. Gedong juang memiliki cerita yang panjang.Gedung ini, menjadi sakti sejarah perjalanan bangsa Indonesia tercinta.

Pagi pagi di hari minggu gedong juang penuh aktifitas. Puluhan anak anak muda berlatih bela diri . Saya meminta ijin petugas di pintu untuk melihat lihat gedung yang selalu kelihatan dari lintasan kereta api Stasiun Tambun . Bersambung....
Senin, 21 Maret 2011
Saya Menyerah
Bukan , menyerah ga mau melanjutkan lagi proyek life after death , tapi menyerah ketika menawar sepasang rim ukuran 20 inch. penjual bertahan pada harga rp.40. 000 untuk sepasang rims aluminium 36 hole. apa daya setelah bertahan 2 minggu dengan tawaran Rp. 35.000 , akhirnya saya menyerah , saya beli juga sepasang rims alumunium 36 lubang merk alex, buatan Taiwan . Sepertinya harga tersebut cukup murah mengingat harga velk baru tidak kurang dari 100 ribu. Tinggal tunggu waktu saja, sepda mini follow me akan segera bisa di gowes.
Seorang Teman yang bisa menasang jari jari sudah mengambil perlatan selengkapnya untuk dirakit menjadi sepasang roda yang kokoh. Tidak luopa saya siapkan ban swallow ukuran 20 x 2.125 tipe pasul dan berstripe orange.
Seorang Teman yang bisa menasang jari jari sudah mengambil perlatan selengkapnya untuk dirakit menjadi sepasang roda yang kokoh. Tidak luopa saya siapkan ban swallow ukuran 20 x 2.125 tipe pasul dan berstripe orange.
Proyek Baru

Sebuah pekerjaan yang saya samakan dengan proyek pembangunan. Eh kebesaran nulisnya. Memang ini pembangunan kembali sebuah sepeda ukuran 20 inch . Sepeda ukuran itu pernah saya pakai bersepeda ketika SMP dulu. Sebuah sepeda mini Chiyoda kalo tidak salah ingat merknya. Berwarna merah, Bapak Yang membelikan ketika sudah beralih dari SD ke SMP. Memang waktu itu keren sekali , sekolah pakai sepeda mini. Sepeda itu sudah ga ada lagi. Terbayang kenangan masa kecil dulu membuat saya melirik tiap ada sepeda sejenis yang melintas.
Untung saya raih . Sebuah rangka sepeda mini warna hijau merk follow Me Made In Taiwan tergeletak merana dilantai sebuah bengkel sepeda. Setelah beberapa kali saya tanyakan , hati sang pemiliknya luluh juga. Beberapa kali negosiasi, Rangka tang masih melekat padanya Chainring, stang, rantai dan tiang sadel. saya dapatkan seharga Rp. 45.000. entah murah entah kemahalan , yang penting saya suka bentuk rangkanya.Down tube tunggal. Servo brake tipe . Pas dengan style sepeda tempo dulu.
Minggu, 13 Maret 2011
Kamis, 10 Maret 2011
Wanayasa Memang Kota Penting
Melihat rekam sejarah yang menjadikan Wanayasa sebagai ibukota kabupaten waktu jaman Kolonial dulu memang beralasan. Rempah rempah yang merupakan komoditas unggulan jaman itu tersedia disini. Sebuah karunia Allah berupa tanah yang subur , menjadikan Cengkeh dan tanaman lain tumbuh disini.
Sepanjang kanan dan kiri jalan di desa Sakambang sampai Cihanjawar trus nyambung Desa Pasanggrahan bahkan sampai di Cikeris tanaman cengkeh tumbuh menjulang ke atas. Bisa dibayangkan ketika cengkeh lagi mahal mahalnya tentu masyarakat disini ikut ketiban berkahnya. Memang saya tidak sempat mengambil gambar rimbunya pohon pohon cengkeh yang tumbuh subur disini . Mungkin lain waktu saya sempatkan gowes ke sini dan ambil gambarnya. kalau saja saya jumpai pohon tembakau di sini sudah lengkaplah tinggal gulung uda jadi rokok.
Sepanjang kanan dan kiri jalan di desa Sakambang sampai Cihanjawar trus nyambung Desa Pasanggrahan bahkan sampai di Cikeris tanaman cengkeh tumbuh menjulang ke atas. Bisa dibayangkan ketika cengkeh lagi mahal mahalnya tentu masyarakat disini ikut ketiban berkahnya. Memang saya tidak sempat mengambil gambar rimbunya pohon pohon cengkeh yang tumbuh subur disini . Mungkin lain waktu saya sempatkan gowes ke sini dan ambil gambarnya. kalau saja saya jumpai pohon tembakau di sini sudah lengkaplah tinggal gulung uda jadi rokok.
Langganan:
Postingan (Atom)





