Penasaran juga sama fork depan andalan saya ini. RST ini saya beli di Rodalink Bandung. Waktu itu seri ini baru keluar. Sayang ketika dipakai terdapat bunyi tok-tok dari sisi kanan atau sisi hidrouliknya.
Untuk pengetahuan saja , fork ini memiliki leg hidroulik di sebelah kanan dan coil spring di sisi kiri. Secara umum Fork ini cukup handal melintas jalan rusak. Beberapa kali saya pakai melibas jalan di sekitar Advanture champ di Jatiluhur Purwakarta. Tidak ada kekhawatiran fork akan jebol. Begitu juga ketika melahap jalan macadam rusak di Curug Cijalu Cipancar Subang . Oke- oke saja. Mantab habis.
Masalah yang saya hadapi hanya suara itu. Lumayan berisik. Penasaran terus akhirnya saya putuskan membongkar jeroan fork tersebut. Nekat saja coil saya keluarkan dengan membuka dari setelan preload. Kunci yang saya pakai hanya kunci “gegep “. Dengan hati-hati , hasilnya tidak menimbulkan kerusakan dari cap yang berfbahan plastic keras tersebut. Lumayan Preload yang macet karena penyetelan preload yang melebihi batas bisa saya kembalikan . Preload yang dulu sleg / saya kembalikan pada fungsinya. Untuk mencegah sleg terulang pada bagian ujung ulirannya saya beri spacer dari bahan karet yang saya dapat dari seal senapan angin. Lumayan tidak khawatir over penyetelan lagi karena sedah diberi spacer untuk mencegah kejadian berulang .
Ternyata bunyi berisik tidak hilang. Tambah nekat bagian hidrouliknya saya keluarkan dari rumah . saya test jalan tanpa Hidrouliknya. Yah ,….. Bunyi berisik tok tok hilang sama sekali. Bagian hidroulik yang mempunyai berat 400 gram tersebut ternyata bisa di lepas dan fork tidak kehilangan fungsinya. Hanya fungsi Lock yang hilang.
Tidak ada alat yang dapat membongkar bagian hidroulik tersebut sehingga saya tidak bisa melakukan pemeriksaan terhadap part mana yang bermasalah. Bisa saja oil yang kurang. Namun untuk menambah oilnya tidak ada bengkel sockbreaker yang bisa melakukannya. Ya sudahlah mungkin sudah cacat dari sananya. Maklum saja namanya juga produk masal . Bisa saja terjadi cacat produksi yang tanpa mengaja lolos dari bagian Quality Control.
Jumat, 28 Agustus 2009
Sabtu, 22 Agustus 2009
Gowes Bareng Roger Bagen
Pengalaman yang sangat berharga bisa bermain sepeda dengan anak anak Roger Bagen, Kita tahu grup bersepeda ini sudah kenyang pengalaman dan sudah banyak makan asam garam bersepeda.
Lokasi yang kami ambil adalah disekitar daerah Grand Wisata. Seperti kita tahu disekitar daerah tersebut banyak terdapat lahan yang bisa dimanfaatkan untuk bermain sepeda. Daerah sekitar Mustika Jaya ke belakang kita akan menemui rute jalan single trek, sampai kita menemui sebuah situ yang lumayan besar. Situ Cibereum namanya.Sayang sekali saat sekarang musim panas sudah mulai tiba, sehingga jaln single trek bisa menimbulkan kepulan debu tanah.
Bermain dengan kelompok ini membuat saya memiliki kesan yang luar biasa ketika saya mencoba menaklukan drop off sekitar 1 meter dengan sepeda saya yang generic. Terus terang ini adalah pengalaman saya mencoba trik drop off.
Saya terjatuh di trik ini dan hand phone saya nyaris hilang karenannya. Untuk sekali teman teman dari Roger Bagen sigap membantu menemukan kembali HP saya yang terpental ketika saya terjatuh di drop off tersebut. Sejujurnya saya cukup sulit menemukan lokasi saya terjatuh sehingga cukup lama menemukan kembali HP saya.
Jujur saja saya baru tahu kalo di daerah bekasi banyak rute untuk bermain sepeda gunung. Namun harus di akui antusiasme bersepeda di daerah ini cukup tinggi. Hal tersbut dibuktikan dengan banyaknya rombongan pesepeda yang kami temui sepanjang rute. Waluupun rute yang kami lalui tidak jauh hanya sampai Telajung dan kembali ke Mustika Jaya namun cukup memuaskan .
Terima kasih kawan , suatu saat kita ketemu di trek atau rute yang lain.
Lokasi yang kami ambil adalah disekitar daerah Grand Wisata. Seperti kita tahu disekitar daerah tersebut banyak terdapat lahan yang bisa dimanfaatkan untuk bermain sepeda. Daerah sekitar Mustika Jaya ke belakang kita akan menemui rute jalan single trek, sampai kita menemui sebuah situ yang lumayan besar. Situ Cibereum namanya.Sayang sekali saat sekarang musim panas sudah mulai tiba, sehingga jaln single trek bisa menimbulkan kepulan debu tanah.
Bermain dengan kelompok ini membuat saya memiliki kesan yang luar biasa ketika saya mencoba menaklukan drop off sekitar 1 meter dengan sepeda saya yang generic. Terus terang ini adalah pengalaman saya mencoba trik drop off.
Saya terjatuh di trik ini dan hand phone saya nyaris hilang karenannya. Untuk sekali teman teman dari Roger Bagen sigap membantu menemukan kembali HP saya yang terpental ketika saya terjatuh di drop off tersebut. Sejujurnya saya cukup sulit menemukan lokasi saya terjatuh sehingga cukup lama menemukan kembali HP saya.
Jujur saja saya baru tahu kalo di daerah bekasi banyak rute untuk bermain sepeda gunung. Namun harus di akui antusiasme bersepeda di daerah ini cukup tinggi. Hal tersbut dibuktikan dengan banyaknya rombongan pesepeda yang kami temui sepanjang rute. Waluupun rute yang kami lalui tidak jauh hanya sampai Telajung dan kembali ke Mustika Jaya namun cukup memuaskan .
Terima kasih kawan , suatu saat kita ketemu di trek atau rute yang lain.
Senin, 17 Agustus 2009
Pendakian ke Tangkuban Perahu
Tangkuban Perahu berada pada ketinggian 1803 mdpl . Terletak di Kabupaten Bandung Barat yang berbatasan dengan Kab. Subang . Untuk mencapai Gunung ini kita bisa melalui 2 cara. Pertama melewati jalan cagak - Ciater- Tangkuban Perahu.Yang kedua Sagala Herang - Ciater -Tangkuban Perahu.
Berkaitan dengan kemungkinan volume kendaraan yang melintas, saya memutuskan untuk memilih jalur Sagalaherang-Ciater- Tangkuban Perahu. Jalur ini relativ lebih panjang dari rute yang pertama.
Titik keberangkatan kami ada di desa Dayeuh Kolot , sebuah desa di kecamatan Sagalaherang Subang. Desa ini kami pilih karean kami bisa memarkir alat transportasi kami dengan aman . Kami menemukan Rumah makan yang menyediakan masakan khas jawa barat dan menyediakan tempat parkir yang cukup bagus di halaman depan rumah makan tersebut. Rumah makan ini saya lupa menanyakan namanya , namun bisa ditandai dengan keberadaannya berada di kiri jalan jika kita berangkat dari Purwakarta. Bahkan bukan hanya sekedar parkir , Tuan rumah yang baik ini mempersilahkan kami memarkir katana kami di halaman kediaman pribadinya yang berada di sebrang warung nasinya. Jika kita melewati warung nasi ini kita bisa mampir. Tanda yang dapat kami berikan adalah rumah makan / warung ini memiliki bangunan lantai 2/ loteng kecil di bagian depan.Dan terletak sebelum sebuah turunan u turn memasuki kecamatan Sagalaherang.
Pukul 08:30 pagi tanggal 15 Agustus 2009, suatu tanggal yang telah kami rencanakan selama kurang lebih tiga bulan yang lalu untuk mendaki puncak Tangkuban Perahu. Berjarak kuang lebih 50 meter didepan warung nasi terdapat sebuah jalan kecil namun sudah diberi lapisan aspal yang mulus , bisa kita lewati untuk mencapai daerah Ciater. Dari titik ini permukaan jalan relativ halus. ini artinya kita bisa memakai ban ukuran sedang atau 1.75 saja. Penggunaan ban ukuran yang lebih besar dari ukuran tersebut tidak begitu diperlukan untuk bisa menyelesaikan rute ini.
Jalan menanjak dari titik awal keberangkatan sampai desa Ciater harus disiapkan untuk bisa melewati rute ini. Puncak Tantangan akan kita rasakan setelah kita melewati Capulaga champing Ground. Disini kita menghadapi tanjakan yang cukup menguras stamina. Tidak jarang ban depan saya sampai terangkat untuk tetap bisa melaju. Di ujung tanjakan kita bisa bertemu lapangan sepak bola yang bisa kita gunakan untuk regroup jika ada anggota yang tercecer ketika melewati tanjakan ini.
Jika kita memiliki banyak waktu, di seberang lapangan bola , kita bisa menemui sebuah Curug atau air terjun, Lumayan tidak sampai 2 km dari lapangan bola tersebut adalah lokasi curugnya.
Dari lapangan bola ini kita bisa menikmati pemandangan perkebunan teh , dan lumayan jalan yang kita hadapi sedikit agak rata. 2,5 km kurang lebih dari lapangan ini kita akan mencapai desa Ciater.
Dari Ciater jarak yang kita p;erlukan untuk mencapai kawah tangkuban Perahu tinggal sekitar 9 km lagi. Namun jangan anggapo remeh jarak ini . dari titik ini tidak ada lagi menadn datar , 95 % tanjakan . Salah satu alasan mengapa rute ini tidak dipakai lagi pada balapan sepeda jalan raya adalah karena tanjakan dahsyat tersebut.
pukul 01:00 kami mencapai kawah Tangkuban Perahu. Lumayan Lambat. Harus saya akui beberapa kali saya turun dari sadle untuk mengambil kesempatan istirahat. saya beberapa kali mendorong sepeda untuk sampai ke titik 1803 m dpl.
Rabu, 29 Juli 2009
Tour Ke Rengas Dengklok
Ini adalah Tour dadakan yang tidak direncanakan dengan baik , hanya berdasarkan kesepakatan ketika anak anak Patriot sudah ngumpul hari minggu tanggal 26 Juli 2009. Jumlah starter yang ikut ada 12 orang, namun yang benar benar ikut menggowes ke Dengklok hanya 5 orang. Selebihnya pulang begitu sampai di Kosambi.
Rombongan utama memulai perjalanan dari Situ Buleud melewati curug dan menuju pos pertamadi pasar Kosambi , sedangkansaya menyusul 1 jam kemudian dari Cimaung melewati kawasan industri BIC. Rombongan pertama yaqng sudah sampai duluan di Kosambi tidak sabaran menunggu anggota yang tertinggal . Dikarenakan mereka memacu sepedanya seperti lomba ITT sehingga sampai dengan cepat di Kosambi. Saya yang biasa jalan pelan tertinggal jauh membuat mereka yang sampai di pos I Kosambi memutuskan kembali ke rumah karena merasa menunggu terlalu lama.
Harapan saya bisa bertemu dengan anggota Clussbi di markas mereka tidak kesampaian karena beberapa alasan . Salah satu diantaranya adalah saya tidak memiliki kontak dengan salah satu diantara mereka. Sehingga nggak bisa ketemu. Padahal kami ingin sekali bersilaturahmi dengan sesama pecinta olah raga bersepeda.
Titik pos I ini kami gunakan untuk mengisi perut kami dengan nasi bungkus . Kebetulan sekali sudah lama ingin merasakan kembali nikmatnya nasi bungkus warung tegal. Pas didepan Masjid tempat kami memarkir sepeda ada warung Tegal Slawi Ayu. Saya pun memesan nasi bungkus untuk teman teman saya yang mempersiapkan diri Sholat dluhur di Masjid tersebut.
Rp. 4.500 untuk satu bungkus nasi , lumayan nasi dengan sayur, tempe kering orek, dan tahu goreng. Ini menu saya waktu masih sekolah di Jakarta dulu. Wah warung tegalnya baik sekali . kami diberi Bonus satu kantong air putih per bungkus nasi. Lumayan buat ngisi bidon yang sudah mulai berkurang isinya.
Pukul 13:00 kami gowes kembali. Sebenarnya rute ke Dengklok saya dak hafal betul. Saya hanya mengandalkan ingatan saya ketika 2 hari sebelumya mencoba membuka peta daerah Karawang di komputer saya. Titik yang saya hafal hanyalah daerah Rawamerta saja. Maklum Peta Gratisan tersebut terputus di Desa Rawa Merta . Dari rawa Merta Ke Denglok Tidak bisa saya buka.
30 menit memacu sepeda kami menjejakkan kaki di perempatan pasar Talaga Sari. Sungguh Pasaryang lumayan ramai. Lokasi yang sangat baik untuk pusat perniagaan di daerah sekitar desa ini . pasar ini terletak di pertemuan antara dua jalan . Bisa juga disebut perempatan jalan.
Dari Pasar ini kami meneruskan ke desa Ciranggon dan menunju desa Kutawargi. Sepanjang jalan dari Talagasari ke Ciranggon kami melihat pedagang buah kawista di pinggiran jalan . namun karena ingin segera sampai di Ciranggon kami tidak menyempatkan diri mencicipi rasa buah Kawista .Sampai Disini semangat kami masih 55 , namun ketika sampai di sebuah jalan yang bertemu dengan sebuah saluran irigasi , salah dua dari rombongan kami minta pulang saja , takut tidak cukup waktu untukn sampai di rengas Denglok dan Kembali Ke Purwakarta sebelum hari gelap. Ya apa haruis dikata, kekompakan harus di jaga . Kami putuskan kembali ke Purwakarta.
Perlahan kami Gowes pedal sepeda kami, melewati Bengle,Belendung dan Kosambi lagi. Perlahan menembus debu debu sepanjang irigasi, melewati BIC dan kembali ke rumah jam ½ tujuh sore. Syukur semua selamat. Untuk posting ini saya tidak sempat mengambil gambar. Semua anggota kami terkena wabah low batt.
Rombongan utama memulai perjalanan dari Situ Buleud melewati curug dan menuju pos pertamadi pasar Kosambi , sedangkansaya menyusul 1 jam kemudian dari Cimaung melewati kawasan industri BIC. Rombongan pertama yaqng sudah sampai duluan di Kosambi tidak sabaran menunggu anggota yang tertinggal . Dikarenakan mereka memacu sepedanya seperti lomba ITT sehingga sampai dengan cepat di Kosambi. Saya yang biasa jalan pelan tertinggal jauh membuat mereka yang sampai di pos I Kosambi memutuskan kembali ke rumah karena merasa menunggu terlalu lama.
Harapan saya bisa bertemu dengan anggota Clussbi di markas mereka tidak kesampaian karena beberapa alasan . Salah satu diantaranya adalah saya tidak memiliki kontak dengan salah satu diantara mereka. Sehingga nggak bisa ketemu. Padahal kami ingin sekali bersilaturahmi dengan sesama pecinta olah raga bersepeda.
Titik pos I ini kami gunakan untuk mengisi perut kami dengan nasi bungkus . Kebetulan sekali sudah lama ingin merasakan kembali nikmatnya nasi bungkus warung tegal. Pas didepan Masjid tempat kami memarkir sepeda ada warung Tegal Slawi Ayu. Saya pun memesan nasi bungkus untuk teman teman saya yang mempersiapkan diri Sholat dluhur di Masjid tersebut.
Rp. 4.500 untuk satu bungkus nasi , lumayan nasi dengan sayur, tempe kering orek, dan tahu goreng. Ini menu saya waktu masih sekolah di Jakarta dulu. Wah warung tegalnya baik sekali . kami diberi Bonus satu kantong air putih per bungkus nasi. Lumayan buat ngisi bidon yang sudah mulai berkurang isinya.
Pukul 13:00 kami gowes kembali. Sebenarnya rute ke Dengklok saya dak hafal betul. Saya hanya mengandalkan ingatan saya ketika 2 hari sebelumya mencoba membuka peta daerah Karawang di komputer saya. Titik yang saya hafal hanyalah daerah Rawamerta saja. Maklum Peta Gratisan tersebut terputus di Desa Rawa Merta . Dari rawa Merta Ke Denglok Tidak bisa saya buka.
30 menit memacu sepeda kami menjejakkan kaki di perempatan pasar Talaga Sari. Sungguh Pasaryang lumayan ramai. Lokasi yang sangat baik untuk pusat perniagaan di daerah sekitar desa ini . pasar ini terletak di pertemuan antara dua jalan . Bisa juga disebut perempatan jalan.
Dari Pasar ini kami meneruskan ke desa Ciranggon dan menunju desa Kutawargi. Sepanjang jalan dari Talagasari ke Ciranggon kami melihat pedagang buah kawista di pinggiran jalan . namun karena ingin segera sampai di Ciranggon kami tidak menyempatkan diri mencicipi rasa buah Kawista .Sampai Disini semangat kami masih 55 , namun ketika sampai di sebuah jalan yang bertemu dengan sebuah saluran irigasi , salah dua dari rombongan kami minta pulang saja , takut tidak cukup waktu untukn sampai di rengas Denglok dan Kembali Ke Purwakarta sebelum hari gelap. Ya apa haruis dikata, kekompakan harus di jaga . Kami putuskan kembali ke Purwakarta.
Perlahan kami Gowes pedal sepeda kami, melewati Bengle,Belendung dan Kosambi lagi. Perlahan menembus debu debu sepanjang irigasi, melewati BIC dan kembali ke rumah jam ½ tujuh sore. Syukur semua selamat. Untuk posting ini saya tidak sempat mengambil gambar. Semua anggota kami terkena wabah low batt.
Selasa, 07 Juli 2009
Cross Country Selaawi -Cimayasari

Minggu tanggal 5 Juli 2009 kami melakukan kegiatan rutin dengan medan jalan yang lumayan bagus . Selaawi -Cimayasari. trek ini sebagian besar jalan aspal, hanya 20 % melewati hutan yang sebenarnya.Walaupun jalannya adalah jalan aspal namun ini adalah jalan pedesaan sehingga wajar kalo banyak lubang di sana sini. Tanjakan dan turunan adalah khas rute rute di purwakarta.
Titik tuju kami yang pertama adalah desa cipancur ,kemudian desa cikadu. kedua desa ini terletak di perbukitan . kalau kita lihat di google maps maka kita akan melihat beberapa daerah tangkapan air. Sayang kami tidak bisa mampir. karena tidak ada penunjuk jalan yang menterjemahkan antara peta dan kenyataan .
Desa Cikadu dapat kita capai setelah melihat simbol dURIAN di halaman balai desa. namun saya belum tahu hubungan nama tersebut dengan keberadaan buah durin di wilayah ini.
Ritual menyeberang sungai terjadi di rute ini. Jika ingin merasakan derasnya arus sungai sambil memanggul
sepeda silahkan coba rute ini.
Sukses menyeberangi sungai desa Cimayasari kita jejaki.
Desa Cimayasari terletak agak ke dalam dari wilayah sekitar Cipendeuy Subang. Disini kita bisa menemukan hutan karet. Dari sini kita bisa mengambil ke kiri ke Cipendeuy dan ke kanan akan sampai ke desa jalupang trus Banggala Mulya. Sebenarnya rute ke Banggalamulya yang ingin kami tuju. sayang sekali kami tidak bawa Peta, kompas apalagi GPS. Gowes terus membawa kami ke Cipendeuy. Untuk menghilangkan pebasaran kami dengan rute BanggalaMulya -Ponggang , kami memutuskan untuk pulang melewati desa Benteng dan Masuk ke Hutan di desa Cirende. Lumayan masuk hutan yang sebenarnya. Dengan Jalan Tanah bekas truk lewat.
Kamis, 02 Juli 2009
Reverse Route

Ini adalah pola bersepeda yang berkeseimbangan. Biasanya kita biasa melewati dari suatu rute yang monoton dari titik start A menuju titik finish B. Nah enaknya bersepeda gunung di Purwakarta , kita bisa saja membalik rute dari Titik B dan finish di titik A.
Trek yang kami lewati kali ini adalah start di Situ buleud depan rumah sakit Gunung Putri menuju desa salam Mulya melalui jalan aspal halus. Sampai di desa Salam Mulya kami mengambil jalan ke kiri. Rute ini adalah pembalikan rute yang kami lalui pada bulan Februari lalu.
Untuk mencapai desa salam Mulya ada dua tanjakan yang harus kita lalui , pertama tanjakan di Kampung Cihuni desa Lebak Anyar.Tanjakan yang lumayan berat ini berjarak sekitar 800 meter. Biasanya kami masih bisa melaju dengan kecepatan 10 km / jam . pelan ya, tapi namanya sepeda gunung , bisa melaju diatas 10km/ jam di tanjakan cihuni ini sudah bagus.
Sukses melewati Cihuni tanpa dorong kita bisa bersepeda agak santai, jalan didepan kita walaupun kecenderungannya naik, namun sudutnya relatif landai. Setelah rumah Makan sate Anwar II kita akan menajak sejauh 2,5 km untuk mencapai kawan hutan Ranca Darah.
Seperti biasa di setiap perubahan medan jalan kami regroup di pertigaan ini. Jalan dengan tipe 80 % rusak membentang di depan mata, kami akan melewati jalan rusak berbukit ini untuk mencapai desa Guruduk . Lokasi desa ini dapat dilihat di Google Maps, atau peta peta lokal di Indonesia. Namanya desa Guruduk , lumayan seram sesuai denagn kondisi jalan desanya yang penuh batu. Tidak ada salahnya jika para goweser mencoba menu ini. Ngetrek dari desa Salam Mulya ke Guruduk. Jika masih belum puas bisa kok , dilanjutkan ke desaWanawali dan Nyambung Ke desa Cikadu.
Melewati medan yang berat ini kami mengalami ritual ganti ban dalan seorang MTB-ers. Lumayan melatih kesigapan dan kerja sama tim .
Bagi yang mau mencoba rute ini , jangan khawatir kehabisan logistik, di beberapa lokasi dapat ditemui warung warung yang menyediakan air minum dan bahan berkarbonhidrat.
Mata Air Panas Ciracas
Sumber Air Panas ini kami datangi hari minggu tanggal 28 Juni 2009. Lokasi mata air panas ada di Desa Ciracas, Kecamatan Kiara Pedes. Keberadaan Mata Air panas di Kabupaten Purwakarta membuat saya penasaran. Saya koordinasikan teman - teman yang sudah pernah ke daerah ini untuk memandu tim yang akan mengunjungi mata air panas desa Ciracas.
Untuk sampai ke desa Ciracas kami mengambil rute Situ Buleud - Wanayasa – Babakan – Cibeber _ Kiara Pedes dan Desa Ciracas. Pukul 12: 30 Siang kami mencapai lokasi sumber mata air panas. Bagi yang menyukai perjalanan di kebon teh , rute ini juga melewati jalur perkebunan teh . Walaupun tidak melewati tengah perkebunan namun di samping kanan kiri jalan yang kami lewati selepas Wanayasa banyak ditumbuhi pohon teh. Bahkan di jalur tersebut kami temui juga Pabrik teh lokal . “Pabrik Teh Anggraini”. Jika ada MTB-ers yang ingin bersepeda di areal perkebunan teh , disini lokasi terdekat yang bisa kita capai.
Lelah Bersepeda kita bisa berendam Air panas di desa Ciracas. Makan dan Minum bisa kita dapatkan di warung kecil dekat nmata air panans ini. Kami pun sudah mencobanya. Maskan yang enak dan harga yang terjangkau. Disini kita bisa bersepeda ditengah suhu udara yang sejukn khas daerah gunung.
Untuk sampai ke desa Ciracas kami mengambil rute Situ Buleud - Wanayasa – Babakan – Cibeber _ Kiara Pedes dan Desa Ciracas. Pukul 12: 30 Siang kami mencapai lokasi sumber mata air panas. Bagi yang menyukai perjalanan di kebon teh , rute ini juga melewati jalur perkebunan teh . Walaupun tidak melewati tengah perkebunan namun di samping kanan kiri jalan yang kami lewati selepas Wanayasa banyak ditumbuhi pohon teh. Bahkan di jalur tersebut kami temui juga Pabrik teh lokal . “Pabrik Teh Anggraini”. Jika ada MTB-ers yang ingin bersepeda di areal perkebunan teh , disini lokasi terdekat yang bisa kita capai.
Lelah Bersepeda kita bisa berendam Air panas di desa Ciracas. Makan dan Minum bisa kita dapatkan di warung kecil dekat nmata air panans ini. Kami pun sudah mencobanya. Maskan yang enak dan harga yang terjangkau. Disini kita bisa bersepeda ditengah suhu udara yang sejukn khas daerah gunung.
Kamis, 25 Juni 2009
Rute Mulya Sejati - Batu Belah

Rute ini sepertinya menjadi rute wajib bagi para MTB ers di daerah Karawang dan Purwakarta. Untuk memenuhi aturan tersebut kami untuk yang ketiga kalinya menyambagi rute ini. Untuk kesempatan ini kami memulainya dari Mulya Sejati melewati Batu Belah menuju desa Kuta Manah .
Seperti adatnya kami memulai gowes dari situ buleud menuju hutan karet di Kecamatan Campaka. Rute ini relatif datar tidak ada tanjakan , malah ada turunan panjang sebelum memasuki daerah Cibungur.
Selepas Cibungur kami menyebarangi jalan kereta melewati desa wanakerta dan sampai di BIC. Di sini jalan datar dan panjang sampai kami mencapai kawasan industri Indotaisei . kami regroup di sini karena ada beberapa anggota kami yang salah mengambil jalan ketika sampai di BIC.
Rumah yang ditinggal penghuninya karena sebaq yang saya tidak ketahui banyak dijumpai di perumahan Karawang Baru. Selepas Karawang baru kami mengisi bahan bakar nabati untuk tubuh kami. Gorengan , lotek dan teh manis bahkan minuman suplemen kami isikan ke tubuh kami . Sebuah warung di tepi jalan selepas perumahan , memberikan harga yang sangat bersahabat dengan kantong kami.
Pasar Uduk- Uduk , desa Mulya Sejati kami lewati sebelum menaklukkan tantangan tanah berlumpur di lahan tidur antara desa Mulya sejati dan desa Kuta Manah, lumayan menguras tenaga kami sampai bekal air minum ludes dilumat panas yang terik.
Batu belah membuat kami mendorong , sepeda . turunan yang dulu kami nikmati sekarang kami rasakan dahsyatnya ketika kami balik menjadi tanjakan. Dari titik ini kami terus menanjak sampai desa Kuta Manah dan menikmati turunan panjang sampai desa Cikao Bandung .
Rabu, 24 Juni 2009
Merambah Gunung Parang
Minggu tanggal 14 Juni 2009 kami mencoba rute Gunung Parang. Gunung parang adalah sebuah gunung yang terletak di kecamatan Tegal Waru, Purwakarta. Ya masih disekitar Purwakarta. Salah satu alasan yang mebuat kami masih bermain MTB di sekitar purwakarta adalah daerah kamin kaya akan rute off road yang cocok untuk pengguna MTB.
Rute yang kami lalui pada dasarnya dibagi menjadi 3 kategori. Rute jalan raya dari Depan Rumahsakit Gunung Putri sampai pertigaan Selalawi. Rute jalan raya rusak antara Selalawi sampai desa Panyindangan. Dan rute jalan berbatu antara desa Panyindangan sampai desa Pasanggrahan.
Rute jalan raya antar situ Buleud ke Selalawi merupakan jalan halus dengan rute menanjak, Jika saya tidak salah membaca odometer, jalan ini menempuh jarak lebih dari 10 Km. Dititik ini kami berkumpul kembali setelah melewati rute on road. Rute selanjutnya kami melewati desa suka Maju, , Tajur Sindang, dan desa Sindanglaya sebelum sampai ke Desa Panyindangan. Tanjakan khas pegunungan cukup menguras tenaga kami sebelum akhirnya jam 12:30 kami mencapai desa Panyindangan dan mengisi perut kami dengan bekal nasi timbel yang kami siapkan.
Dari Desa Panyindangan kami menuju desa Pasanggrahan. Rute ini cocok sekali untuk sepeda Full Suspensi. Tapi dengan perjuangan yang tak kenal menyerah, kami berhasil melewati tanpa kecelakaan . Satu satunya kendala yang kami temui adalah teman teman kami 3 kali mengalami ban bocor.
Kamis, 21 Mei 2009
Cyclocom

Salah satu peralatan yang dapat membatu kita dalam gowes - menggowes sepeda kesayangan adalah cyclocom atau anak anak sering menyebutnya kilometer. Kenapa bisa begitu? Ya namanya juga anak-anak sepeda memberi nama alat alat sesuai fungsinya. Cyclocom banyak memiliki fungsi tetapi yang paling menonjol adalah fungsi yang berkaitan dengan jarak , kecepatan , dan lain lain .
Diantara Cyclocom yang ada dipasaran yang baru diluncurkan atau katakanlah yang baru saya kenal adalah Magic One .Magic one adalah cyclocom tipe wire less atau tanpa kabel yang menghubungkan sensor unit dan display unit . Magic one wire less seri MG CCL 14 memiliki 14 fungsi dengan display yang cukup jelas .
Bukannya promosi tetapi Magic one memiliki kesesuaian antara harga dan fungsinya. Dengan harga berkisar pada kisaran dibawah Rp. 250 .000,00 maka magic one termasuk peralatan yang patut dipertimbangkan . Jujur saja ini merupakan cyclocom wire less dengan harga yang paling menarik yang saya jumpai dipasaran .
Fungsi Odometer dari alat tersebut mampu mendeteksi jarak tempuh dengan tingkat akurasi sampai pada angka 2 meter, jadi jarak tempuh berubah tiap sepeda kita gowes sejauh 2 meter.
Magic one MG CCL 14 ini diaktifkan secara manual melalui tombol disebelah kanan. Sedangkan fungsi auto off akan berfungsi jika tidak ada aktifitas selama kurang lebih 6 menit.
Keunggulan lain dari cyclocom ini adalah fungsi pembaca temperature udara. Namun sampai sekarang say belum mengerti mengapa fungsi ini disertakan dalam seri CCL 14. Seandainya bisa mengajukan usulan fungsi tersebut diganti saja dengan fungsi kalori meter yang sangat penting ketika kita sedang beraktifitas di luar ruang seperti bersepeda. Tidak adanya fungsi kalori meter itulah mungkin salah satu kelemahan gadget ini diantara kelebihan kelebihan yang sudah saya urai diatas.
Cyclocom yang sudah saya pakai lebih dari 100 km tidak menunjukan adanya tanda tanda error dalam pengoperasiannya. Namun jujur saja alat ini belum saya pakai kelewati guyuran air hujan . Beberapa cyclocom yang pernah saya pakai disepeda saya biasanya kehilangan fungsinya ketika diguyur air hujan , bahkan terkena air ketika di cuci saja bisa kehilangan fungsinya untuk sementara waktu.
Nah , jika teman teman kebetulan belum memasang cyclocom di sepeda kesayangannya , tidak ada salahnya mencoba Magic One tipe CCL 14 saya jamin gowes makin asyik.
Senin, 18 Mei 2009
Nambah Bidon , air -air

Bagaimana mensiasati keterbatasan volume bidon? Bidon adalah wadah air yang terbuat dari bahan plastic atau metal yang biasa dibawa oleh pengendara sepeda. Biasanya daya tampung bidon berkisar pada angka 500- 750 cm 3 atau paling banyak 0,75 liter.
Jumlah sebanyak itu biasanya tidak mencukupi untuk memebuhi kebutuhan air minum selama perjalanan. Kebutuhan air mulai bertambah jika kita mengayuh sepeda dibawah terik matahari. Maklum jika pasas mulai menerpa tubuh kita maka keringat yang kita keluarkan juga bertambah banyak .
Sepeda tertentu memang menyediakan tempat bidon lebih dari satu , namun kebanyakan sepeda yang saya temui , terutama sepeda dengan frame generic hanya menyediakan satu tempat bidon / botol air.
Jika anda memiliki uang yang cukup membawa hydration pack mungkin menjadi cara yang tepat . Hidrations pack yang ada dipasaran paling kurang membutuhkan dana Rp. 250.000,00 , suatu jumlah yang relatif besar untuk kantong bagi sebagian orang.
Salah satu alternatife yang bisa kita lakukan adalah membuat dudukan botol air tambahan. Salah tempat yang bisa kita instal dudukan bidon / bottle cage adalah dibelakang seat post / tiang sadle. Alat yang kita perlukan adalah tali strap atau cable ties sebanyak 4 pcs.
Saya telah menerapkan cara diatas dan ternyata cukup berhasil , setidaknya botol tambahan tersebut berguna sekali menyediakan tambahan air minum selama saya menggowes sepeda.
Langganan:
Postingan (Atom)
