Senin, 20 Desember 2010

Mengganti Bateray Cyclocomp.


Komponen yang satu ini sagat penting buat kita pesepeda. Ini adalah pencatat kita yang efektif. terus menerus mencatat konsumsi energi , jarak tempuh dan bahkan rata rata kecepatan yang sudah kita lalui. Karena pentingnya, maka menjadikannya tetap berfungsi juga sama pentingnya.
Pensuplai daya pada cyclocomp, biasanya di dapatkan dari sebuah bateray kering berbentuk seperti uang logam 500 rupiah. Pada Cyclocomp wire less, daya tahan bateray dengan pemakaian rutin tiap akhir pekan bisa mencapai umur lebih dari satu tahun walaupun tidak mencapai 2 tahun. Bateray dengan harga antara 10 sampai 15 ribu tersebut bisa kita peroleh ditoko arloji. Biasanya toko sepda tidak menjual bateray ini tetapi toko jam atau arloji malah menjualnya. saya tidak tahu jam tangan apa yang memakai bateray sebesar itu. Berbagai merk bisa kita pilih mulai dari maxell , sony , dan lainnya. tinggal pasang untuk bateray Lithium CR 2032. Cyclocomp. kembali berfungsi.Pencatat Aktivitas bersepeda kembali On. Untuk kenyamanan bersepeda rawatlah dengan baik piranti pengukur dan pencatat bersebeda dengan mengganti secara rutin bateray cyclocomp. Hanya Rp. 10.000,00 .

Minggu, 14 November 2010

Menembus Kota Karawang Baru Curug


Disekitar kawsan Industri Kota Bukit Indah ada rute berbatu/ makadam yang ringan yang bisa kita gowes kalo lagi enggan keluar kota yang jauh.rute makadam/ jalan rusak dapat kita temui begitu memasuki gerbang Kota Karawang baru.
Cukup mengenaskan perumahan yang sebenarnya lumayan lengkap ini . Jalan Masuk yang luas, bangunan yang luas. fasilitas umum yang sudah siap pakai. Entahlah kami tidak menemukan jawaban yang pasti ketika berhenti di dalamnya dan menanyakan mengapa kota baru ini sepi dan seolah tak berpanghuni sama sekali.
Lintasan/ trek yang benar benar berlumpur dan becek dapat kita temui selepas perumahan ini. Jalan Inspeksi tang membelah persawahan yang menghubungkan daerah ini dengan jalan raya purwakarta - kosambi dapat kita nikmati jika hanya sekedar mencari fun xc yang ringan . Walaupun rute ini tidak begitu ekstreem namun harus hari hati melewatinya, salah salah ban kita tergelincir di lobang bekas kendaraan yang melintas jalan ini.
Banyuak cabang yang bisa kita ekplorasi di jalan inspeksi tersebut. Saya tidak bisa memastikan jalan inpeksi apa ini. Tulisan dipapan petunjuknya sudah banyak yang terkupas dimakan cuaca panas dan hujan.
Rute pendek 3km an. berbatu dan bertanah tersebut cukup saya minati selama ini syukur hari ini besa terpenuhi melintasinya. sepeda jadi kotor , sepati terpapar lumpur saya biarkan jadi saksi nikmatnya melintas rute xc.
perjalanan pulang melintas jalur ini ke kota Purwakarta juga tidak kalah seru. Tanjakan Cisalak di kampung Cisalak cukup membuat kecepatan saya menjadi di bawah 10 km / jam atau hanya tinggal 1 digit saja.

Senin, 08 November 2010

Plered Kota Tersibuk











Plered yang saya maksud adalah kota Plered Purwakarta. Ada beberapa kegiatan Ekonomi yang terus berdenyut disana. Sebut saja sentra keramik dan Gerabah. Penambangan galian C, Industri Pertanian dan Peternakan.






Gowes kali ini minggu tanggal 7 Nopember 2010 , kami mengunjungi kota Plered ini. Sepanjang Jalan yang harus kami lalui hanya ada dua tipe , menanjak dan menurun saja. jalan datar hampir tidak ada.
Sentra ekonomi yang bisa kami saksikan adalah desa Sukatani. Ditempat ini walaupun sudah tergerus oleh dominasi Toll Cipularang yang merobohkan hampir 90 % kegiatan ekonomi rakyat sepanjang jalan lama namun masih kami saksikan bekas bekas kejayaan peuyem, dan keramik hias , pot pot kembang di sepanjang jalan Sukatani. Masyarakat sekitar menamai kawasan ini dengan sebutan Bendul. kalo Sudah mencapai Bendul yang ditandai dengan banyaknya pot keramik/ Gerabah dijual ditoko toko dan juga peuyeum/ Tape singkong di gantung di etalase , itulah kawasan Bendul. Kawasan ini pada masa jayanya memutar ekonomi kawasan ini.
Selepas Bendul , jalan sudah menurun terus sampai kota Plered. Kota Plered bisa kitandai dari kejauhan dengan banyaknya tower pembakar keramik/ berabah. memasuki daerah Plered . Sate maranggi yang disajikan di banyak warung di pinggiran jalan . Kata orang orang , Sate Plered maknyuus.
Sepanjang jalan menuju pasar Plered atau sentra ekonomi kota kecamatan ini. Keramik, Gerabah dipajang di ruang ruang pamer di sepanjang jalan . Gerabah tempat minum, dan aneka pot bunga ada disini. Di kanan dan kiri jalan bisa kami saksikan bahwa kejayaan industri keramik dan gerabah ini belum habis.
Sepeda Terus saya gowes. Kemacetan yang memanjang dari pasar kota ini sampai lintasan kerata api membuat rombongan kami mencari jalan pintas menghindari kemacetan. Memang semakin macet , tanda kegiatan ekomoni masih berputar. Biarlah macet karena keramaian pasar. Berbagai hasil bumi di transakasikan disini. jengkol. mangga, pisang dan buah buah lainnya bisa kami rasai aromanya ketika melintas.
Hmm. Plered tidak ada habisnya. apalagi menjelang hari raya kurban ini. Pasar Hewan Plered yang terbesar di Kab. Purwakarta sedang menuai panennya.
Di kejauhan , sumber ekonomi lain juga sedah perproses. Dua gunung kecil tampak di ambil batu batuannya. pagi siang dan malam sepertinya batu gunungg gunung tersebut terus memberikan manfatnya kepada manusia.
Gowes kami mencapai lokasi yang kami tuju. Makan siang gratis dari kebaikan teman kami bp Rahmat Bayu Asih , begitu saja kami memanggilnya namanya pak rahmat kerja di rumah sakit bayu Asih Purwakarta
goweser: 8 orang
ketinggian : 120- 310 mdpl
max speed: 52 km/j

Senin, 01 November 2010

Ke Kampung Air


Menyambung rute minggu sebelumnya, kami datangi lokasi kampung air . Ada di unjung jalan tanggul jatiluhur. Selama bertahun tahun sepedahan baru sekarang tahu ada tempat dengan view yang bagus dan relative sepi dari hilir mudik mobil wisatawan. Tempat tersebut memang OK. Dari atas jalan / bukit danau dengan jaring apung dibawah tampak indah.

Dari sini kita juga bisa lihat perahu dayung dan perahu bermesin hilir mudik mengantar keperluan rumah rumah di atas air dikolam jaring apung. Jalan yang mengantarkan kami ke tempat ini juga cukup mudah . Melewati desa Pasir Ipis dan melewati tanggul bendungan biasanya hanya memakan waktu 1 jam. Mencapai lokasi ini ketika matahari belum diatas ubun ubun . Kami langsung ngeriung dan menikmati bacang, gorengan bala bala serta pisang coklat goreng yang manis buatan Purwakarta tentunya. Jika ingin menikmati ikan bakar yang benar benar fresh, disini tempatnya, rindang dan indah viewnya.

Sabtu, 30 Oktober 2010

kopi dulu

Setelah gowes beberapa saat, selama 3 minggu ini saya memasuki masa rehat, ngopi dulu. Seperti biasa saat gowes sudah menempuh jarak yang cukup jauh dan nafas sudah mulai ngos - ngosan kami berhenti diwarung, pesan kopi dan makan camilan.
3 minggu ini saya sibuk membetulkan genteng yang pecah, talang yang rembes dan beberapa bagian tembok yang tidak lagi kedap air dimakan usia. Yah ini saatnya rehat ngopi, mengumpulkan semangat gowes, menyusun rencana gowes, dan ngopi beberan juga.
Kalau beberapa waktu lalu say ngopi pakai good day , sebuah merk kopi, kali ini saya mencoba kopi kapal api, special mix.
metode memasak kopi saya coba kopi Turki. kopi tidak saya sedu di gelas , tetapi saya rebus bersama air. Beberapa saat kopi dan air bercampur.Hal ini ditandai dengan hilangnya kumpulan kopi di atas air yang muncul ketika air masih dingin. Kopi telah bercampur seutuhnya dengan air yang mendidih. Saya memakai api kecil ,dan secepatnya saya matikan kompor dan kopi saya tuangkan dalam gelas kecil. minuman kopi telah selesai saya buat. Warna kopi ini agak coklat, bukan hitam seperti warna kopi yang sering dikenal , entah saya kurang pas menakar jumlah air sewaktu memasknya atau memang hasil dari kopi kapal api ini berwarna coklat. Wah kopi rehatnya benar benar pas. Kopi sisa mengendap didasar gelas tanpa bercampur dengan cairan kopi yang kita nikmati. Hmm, nice kopi. terima kasih Cikopi , saya menikmati cara menyajikan kopi setelah beberapa hari melahap tulisan @cikopi .com

Minggu, 26 September 2010

Trip Pendek ke Ciganea


Minggu ini hanya melakukan gowes jarak pendek ke stasiun kereta api ciganea. Stasiun kereta api ini hanya berjarak sekitar 5 km dari pusat kota Purwakarta. Sejak hari Sabtu , ratusan komunitas lokal Edan spoor berkumpul melakukan program Go Green on Trek. Sebuah kegiatan penanaman pohon di sekitar 1 km dari stasiun. Saya tidak sampai melintasi lokasi penanaman pohon . Acara yg dihadiri pejabat 2 teras pemda setempat membuat saya ragu mendekat.
Sebenarnya saya iri dengan komunitas lokal tersebut yang bisa melakukan penanaman pohon sebanyak itu. Saya bermimpi suatu saat kami pesepeda lokal juga bisa. Iri untuk kebaikan tersebut bukan keburukan tapi baik karena mendorong kita untuk melakukan kebaikan.
puas ngobrol di stasuin kami kembali ke kota Purwakarta. Sasaran kami adalah bajigur .muter muter kota akhirnya ketemu juga pedagang bajigur di dekat Gereja Almasih Purwakarta. Tanpa basa basi ,kami parkir sepeda didepan toko yang tutup pada hari minggu. kami pesan 4 gelas bajigur sesuai jumlah kami saat itu. duduk ditepi jalan ,dibawah pohon kami nikmati teguk demi teguk bajigur hangat ditemani pisang rebus, gethuk manis , talas ,hmm hari minggu yang indah.
Perjalanan pulang saya sempatkan mampir ke bengkel sepeda kang Ahmad kampung Krajan .Pemindah gigi depan sepeda centroku tidak presisi. setelah disetel beberapa saat operan tersebut bekerja normal kembali . Cukup rp 10.000 sudah termasuk tali baja penarik front deraleur ( benar nich tulisannya?). Bengkel ini termasuk bengkel yang rekomended untuk ketelitian dan hasil yang memuaskan.
Centro bergerak ke rumah . 25 km total gowes hari ini.

Selasa, 21 September 2010

Rumah Proklamasi Rengas Denglok


Setelah menggowes beberapa jam , akhirnya kami tiba di Rengas Dengklok. Sempat ragu sebelumnya karena arah GPS tidak tepat 100% dengan lokasi kota kecamatan ini. Setelah 7 kali menanyakan lokasi rumah yang dijadikan bung Karno dan Bung Hatta untuk merundingkan saat proklamasi dinyatakan kami akhirnya menemukan rumah bersejarah tersebut. Memang rumah tersebut lokasinya agak di dalam, tidak terletak dipinggir jalan raya.
Didepan rumah ada pohon mangga, jambu dan satu lagi pohon yang mulai langka Pohon Kawista. pohon Kawista di depan rumah tersebut sedang berbuah hanya saja belum saatnya untuk dipetik.
Perjalanan yang sebelumnya kami impikan sampai di Cibuaya tidak jadi kali lanjutkan . Sampai di sini saja sudah kewalahan , panas banget . kami tunda lain waktu kami akan ke Cibuaya.
Mengenai Rumah di Jalan sejarah tersebutmemang tidak ada papan nama di depannya. jadi harus rajin bertanya . yang terakhir kali kami tanyai adalah pewaris rumah tersebut. Dengan ramah beliau menyilahkan saya masuk .
Hanya ada buku tamu , jadi ragu 2 pas di dalam . okelah yang penting sudah sampai, isi buku tamu. makan bubur kacang hijau dan ketan hitam trus ambil gambar. terima kasih lalu pulang.
Rider: Acu,Ali,Bambang, Muria
Sepedaku : Sentro Jadul
Odo: Cateye Velo 5
Ban: Maxis over drive, ban dalam Gajah Tunggal
Lampu : Lampu generik Customs
Fork: RST canti brake
camera HP : Venera 2 mp.
max Speed: 42km/jam

Senin, 20 September 2010

Masjid Paling Cool


Sepanjang perjalanan berangkat dan pulang Situ Buleud Tugu Proklamasi Rengas Dengklok, hanya ada dua jenis pemberhentian . Berhenti karena waktunya makan dan berhenti karena saatnya sholat. Masjid Kalangsari berada di tepi kanan jalan raya Rengas Dengklok - Tanjung Pura. Saat Ashar tiba , kami sholat disini. Masjidnya teduh sekali. Dua pohon ketapang hijau dan rimbun berada di halaman depan . ini juga kali yang membuat dzikir dan doanya jadi lama sekali, Hmm cool banget. sementara mushola paling ramah terhadap kami adalah mushola at Takwa , Tamelang daerah sekitar Dawuan Karawang. Kami dapat pinjaman sarung, air minum gelas setelah sholat magrib dan hmm pisang rebus.

Karawang Yang Tetap Panas

Berangkat dari alun alun Situ Buleud kami berempat lalaunan menuju kosambi. Titik pos pemberhentian yang kami rencanakan. Perjalanan dari Purwakarta menunju Kosambi lancar walaupun perutku terasa lapar ketika sudah mencapai desa Cimahi. Tengok kanan kiri kok ya warung warung masih pada tutup. Berharap ada warung yang buka dengan menyediakan tahu isi atau bala bala.
Tak terasa warung yang saya harapkan tidak kunjung saya temukan bahkan ketika kami sudah sampai pertigaan Kosambi. Akhirnya sesuai rencana kami istrirahat di pos I , Stasiun Kereta api Kosambi. Sebuah warung kecil yang kami pilih menyuguhkan teh panas dan beberapa bungkus roti yang segera berpindah ke perut kami. Beberapa pisang koreng yang masih hangat baru diangkat dari penggorengan juga kami habiskan.
Puas mengisi perut kami lanjutkan bersepeda menuju Talagasari. Waktu sudah mendekati pukul 11 siang. Karawang masih tetap panas. air dalam bidon terasa sedikit , sebentar sebentar berpindah tempat melewati kerongkongan kami. Memburu waktu sholat duhur, kami terus memacu sepeda melewati kali buaya . Berbelok kekiri melewati hamparan sawah yang mengering kami mencapai suka merta . Sebuah Masjid didaerah ini menjadi titik pemberhentian kami. Kakiku sudah kram di titik ini. beruntung ada masjid ini bisa rebahan sebentar setelah sholat duhur. Airnya sejuk walau tidak dingin. Sepanjang Ciranggon ke kutawaluya, hampir setiap 200 m ada masjid .

Minggu, 19 September 2010

Membayar Hutang Rute


Pagi ini kami coba membayar gowes ke Rengas Dengklok. Rute ini beberapa waktu yang lalu sudah coba saya lewati. Namun sayang sekali waktu itu saatnya kurang tepat. Setelah terlebih dahulu bertemu dengan beberapa teman gowes Purwakarta , Rute ini akan kami coba lewati.
Beberapa persiapan untuk memuluskan acara gowes Situ Buleud - Cibuaya via Rengas Dengklok sudah kami lakukan . Pengukuran jarak melalui GPS Navigasi, menyiapkan lampu untuk perjalanan malam, Ben Cadangan dan yang tidak boleh ketinggalan recovery Kit.
Jarak yang bakal kami tempuh adalah 74 km atau sekitar 148 km pulang dan pergi.
Yang paling penting dalam acara gowes jarang menengah tersebut adalah mental . Mental atau tekad yang kuat dapat membantu menyelesaikan jarang tersebut. Saya cukup disemangati oleh kenekatan 2 orang teman saya Furqon dan Sulaiman yang baru saja menyelesaikan gowes pulang pergi Purwakarta - Ciawi Tasikmalaya , satu minggu sebelumnya. Jarak yang mereka tempuh sekitar 300 km pulang dan pergi atau 150 km sekali jalan. cerita kenekatan 2 orang rider dari Purwakarta akan saya posting setelah mendapat gambar dan ijin pemilik cerita.

Minggu, 08 Agustus 2010

Babakan Cikao - Desa Servis Lewat Liang Maung




Pertama mendengar namanya liang maung saya langsung bertanya kepada teman teman pit rider yang asli Purwakarta, namun saya belum bendapat jawaban mengapa jalan yang kita lewati dinamakan Liang Maung. Dugaan saya, dulu daerah yang kan kami lewati tersebut dihuni oleh harimau. Memang benar sebenarnya tidak banyak yang tahu rute ini sebelumnya.


kami star dari tempat biasa yaitu depan Rumah Sakit Gunung Putri Situ Buleud. Langsung menuju desa maracang melalui jalan taman Pahlawan dan lurus saja tanpa hambatan sampai mencapai pertigaan Liang Maung. Disebelah kiri, stasiun bumi Indosat di daerah Jatiluhur tampak jelas . Melewati turunan yang lumayan panjang mengantar kami sampai ditepi sungai Cikao. Sebenarnya rencana kami sebelumnya ingin menyeberang sungai ini dengan berjalan saja , tanpa perahu penyeberang. Ternyata fakta dilapangan membuat kami harus ikut menaiki perahu. Bergiliran dengan pengendara sepeda motor yang hendak diseberangkan, kami berbaris antri. Lumayan juga kalo tidak ada penyeberangan ini mungkin kami harus balik kanan dan cari jalan lain.
Selesai menyeberang dan mendaki jalan setapak , kami sampai di Cikao Bandung. dan terus mendaki sampai di kawasan wisata Gramatirta. Lelah mendaki tanjakan Jatiluhur ini kami berhenti sejenak di depan Waterboom dan menikmati alunan music yang disediakan oleh produsen minuman isotonic.
Memburu waktu supaya bisa sampai ditempat finish sebelum jam 12 siang kami terus menggowes melewati desa Servis Jatiluhur dan melewati Kembang Kuning terus meluncur turun dan sampai di Sasak Beusi sebelum jam 12 siang.
Pertemuan gowes menjelang puasa kami akhiri dengan makan siang.

Jumat, 06 Agustus 2010

Kapan Hari Sepeda Nasional Itu?


Sejak berlangsung konggres sepeda nasional tanggal 16 Juli 2010 kemarin , saya sudah menunggu nunggu kapan sebenarnya hari sepeda itu ditetapkan . Penetapan hari sepeda nasional itu penting sekali buat penggiat bersepeda. Setidaknya mereka merasa di Anggap oleh ponggawa negeri ini. Untuk menjadi catatan saja , kegiatan tulis menulis didunia maya atau blogging sudah lebih dulu memiliki hari ngeblog nasional. Lha kita yang sudah bersepeda dari sejak belum sekolah kapanya dianggap penting?
Saya sebagai orang kecil senang sekali jika tanggal 16 atau tanggal 17 juli jadi ditetapkan sebagai hari sepeda . Setidaknya kegiatan sepeda nasional pada hari itu menjadi kegiatan yang memiliki pijakan . Dan yang pasti hari sepeda nasional pasti akan menambah gairah bersepeda di indonesia. Semoga

Rabu, 04 Agustus 2010

Puasa Tiba , Night Riding Lagi?

Puasa / Ramadhan sudah semakin dekat. Sebenarnya selama bulan puasa , tidak ada agenda sepedaqhan di siang hari. Terus terang saya belum punya otot untuk melakukannya. Hari biasa sajasaya habis berliter liter air sekali ngegowes bisa pasti batal puasa saya.
Pada beberapa kalangan menggowes sambil puasa adalah hal yang biasa , hebat ya. Ada juga yang bersepeda dimalam hari, ada model sahur on road atau apalah namanya yang jelas masih tetap bersepeda pada bulan ramadhan walaupun jadualnya disesuaikan . sebenarnya itu yang paling pas. Namun jangan lupa untuk menyiapkan perlengkapan keselamatan diri selama bersepeda di malam hari. Lampu adalah peralatan yang wajib hukumnya.
Terus terang hanya sedikit orang yang pernah night riding di kawasan purwakarta ini. ada sih yang night riding , tapi itu karena kemalaman di jalan . bukan sengaja untuk bersepeda di malam hari.
Berikut adalah tips bersepeda di saat puasa yang saya copas dari situs cycloholic.net :

Bersepeda selama bulan puasa boleh saja dilakukan. Dengan memilih waktu yang tepat, membatasi waktu, dan jarak tempuh, niscaya tubuh akan tetap bugar. Selain itu, dengan bersepeda selama bulan puasa, kapasitas dan kelenturan otot kaki yang sudah terlatih akan tetap terjaga. Sehingga Anda tak perlu membangun lagi kekuatan otot-otot dari awal, usai menunaikan ibadah puasa sebulan penuh.
Berikut kiat yang perlu diperhatikan saat bersepeda selama bulan puasa:
1. Jika Anda terbiasa melakukan bersepeda di pagi hari , kini ubahlah kebiasaan itu pada sore hari. Mulailah sekitar pukul 15.30-17.00, sehingga takkan membuat Anda terlalu lelah atau dehidrasi. Bersepedalah maksimal sejauh 8-15 km, dengan waktu tempuh 45-90 menit. Lakukan dengan santai. Kecepatan cukup sekitar 10-15 km/jam. Bersepeda pada Sabtu atau Minggu sudah cukup untuk menjaga kebugaran Anda. Jika dilakukan secara bersama, kelompok, atau dengan seorang teman, ingatlah untuk menjaga kecepatan, waktu tempuh dan jarak sesuai kemampuan tubuh Anda sendiri.
2. Untuk yang ingin berlatih dengan intensitas lebih tinggi, maka malam hari setelah tarawih, bisa dijadikan pilihan waktu bersepeda. Konsumsilah makanan padat kalori dan protein sesudah beraktifitas maupun saat sahur. Minumlah dengan takaran ekstra.
3. Lakukan kegiatan bersepeda dengan aman menggunakan bantuan reflektor sepeda maupun lampu penerangan. Mata kucing (reflektor) harus dipasang guna memberikan kewaspadaan bagi orang lain akan keberadaan Anda yang sedang bersepeda. Celana bersepeda, jersey berwarna cerah, arm/leg warmer dan helm sebaiknya digunakan. Upayakan memakai busana yang lebih menutup aurat. Manfaat lainnnya untuk menjaga dari udara dingin dan hembusan angin.
4. Rute ditempuh sebaiknya yang sudah Anda kenal, karena dapat diperkirakan waktu dan jaraknya. Rute on-road biasanya menjadi favorit selama bulan puasa.
5. Selamat menunaikan ibadah puasa, tetaplah bersepeda selama bulan puasa. Jagalah sikap, perbuatan dan hati supaya tak hanya mendapat dahaga dan laparnya saja. Namun juga memperoleh manfaat dan hikmah terbesar selama berpuasa sebulan penuh.