Rabu, 10 Maret 2010

Night Riding To Salamnunggal


Suasana Kota Leles tidak begitu ramai pada malam hari. Seteleh sepeda kami turunkan dan setelah keluar dari area Stasiun Kereta Api Leles, kami bersiap menuju desa Salamnunggal tempat base camp kami dalam mapai ke kawah kamojang.
satu persatu sepeda kami gowes. Penggowes terdepan menjadi pemandu menunju desa Salam nunggal. malam mulai gelap dan kami tidak membawa serta lampu sepeda. hanya lampu kecil yang kami siapkan sebelumnya , pembelian teman kami dikereta api. Jalan menanjak dan berbatu tidak menyurutkan kami terus menggowes sepeda.
Saya agak grogi melihat bayangan gunung di depan kami . Tampak lampu -lampu rumah kelihatan berkelipan dimalam hari di arah atas gunung di depan kami. Saya khawatir , jangan jangan desa Salam nunggal ada di belakan gunung itu. wah agak keteteran juga nanti.
Ternyata dugaan saya tidak benar, kami berbelok ke arah lain dari arah menuju bayangan gunung tersebut. walaupunh begitu jalan menajanjak seolah tidak habis habisnya.
Untunglah tanjakan tanjakan tersebut masih membuat kami saling menunggu teman teman yang tertinggal dibelakang.
Menjelang isyak kami sampai di Desa Salamnunggal. Sebuah desa yang berada di sebuah bukit. berada di ketinggian 920 m dpl menurut GPS yang saya bawa. Desa ini cukup dingin , serasa mandi air dari dalam kulkas ketika harus membersihkan badan.
Untunglah teman kami telah menyediakan makam malam yang sangat istimewa.

Jumat, 05 Maret 2010

Menikmati Perjalanan Kereta Api Purwakarta - Leles



Perjalanan Purwakarta ke Leles Kabupaten Garut sangat saya nikmati. Berbekal tiket super Irit, saya mengambil kursi paling belakang. Sepeda saya kunci di tiang bangku sehingga aman dari tangan jahil yang saya khawatirkan . Kereta bergerak setelah peluit keberangkatan ditiup oleh PPKA .
Rangkain kereta tujuan akhir cibatu ini lumayan nyaman . tidak seseram cerita orang bahwa naik kereta api kelas ekonomi sangat menyiksa.Kami membuktikan mitos tersebut tidak benar. Kereta kelas 3 ini dilengkapi dengan lampu penerangan yang memadai, dan kamar kecil ditiap gerbongnya yang disediakan air bersih pula.
Kereta api terus bergerak melewati stasiun stasiun kecil diantara gunung dan perbukitan. Suasana kereta menjadi senyap ketika kereta api memasuki terowongan sasak saat
Memasuki sebuah stasiun dikota Bandung kereta cibatu menambah satu gerbong untuk mengatisipasi bertambahnya penumpang yang naik di kota ini.
Tak terasa sudah lebih dari 3 jam kereta melaju. ketika kereta berjalan diantara gunung gunung . Ya kereta terus bergerak ,berbelok kanan dan kiri ketika kami mencapai daerah lebak jero.


Didaerah yang terkenal keindahan panoramanya menjelang matahari terbenam tersebut kereta terus bergerak dibawah rintik hujan.
Tak terasa, lebak Jero telah kami lewati .Stasiun leles kami capai ketika magrib sudah tiba. Kunang 2 beterbangan menyambut malam ketika sepeda sepeda kami turunkan dari gerbong kereta. Malam sudah tiba, perjalanan menuju base camp harus kami lanjutkan dengan sepeda. Night riding ala kadarnya. bergerak dari stasiun leles diketinggian 780 m ke desa Salamnunggal 920m dpl.

Senin, 01 Maret 2010

Mapai Ke kawah Garut


Ini adalah tour pertama kami yang terjauh. Walaupun belum melewati batas perbedaan waktu, namun tour ke daerah Garut merupakan rangkaian perjalanan pertama yang memakan waktu lebih dari 24 jam.
Perjalanan ini sudah kami rancang pada tahun kemarin . Alhamudulillah 100% sesuai jadual. Berangkat Jumat, siang setelah waktu jumat. dan pulang kembali Minggu siang .
Semua keperluan di perjalanan saya packing sendiri, dari keperluan pribadi semacam sabun dan perlengkapan mandi, pakainan untuk tiga hari, perlatan sholat dan emergency kit semacam tablet penahan nyeri, desinfectan sampai bateray cadangan HP saya masukin semua di dalam tas punggung khusus sepeda keluaran eiger mBandung.
Kalo alat sepeda seperti kunci L dan pompa sudah pasti kami sertakan .
Goweser yang ikut serta dalam misi ini ( walah seperti pernga aja) ada tujuh orang .
Tiket kereta api tujuan Cibatu seharga Rp. 3.500,00 kelas Rakyat jelata sudah kami siapkan.
beberapa saat sebelum jumatan kursi paling belakang sudah kami duduki , Sepeda kami gunakan sebagai portal untuk menghalagi penumpang lain mengambil tempat favorit ini.
maklum Kereta Cibatu ini tidak membawa Gerbong barang, jadi kami harus pandai pandai mengambil tempat supaya sepeda bisa naik di kereta tanpa banyak mengganggu pergerakan penumpang lain . Solusinya adalah kursi paling belakang ditambah ruang didepan pintu masuk. bersambung ....

Senin, 22 Februari 2010

Merawat Canti brake

Canti brake atau biasa disebut rem gantung masih banyak dipakai pada tipe Mtb yang beredar di pasaran . Rem Gantung adalah salah satu rem yang palim mudah di implementasikan di sepeda dengan rangka yang menyediakan dudukan untuk itu. Tipe frameatau rangka Mtb lama yang mengaplikasi rem gantung adalah frame federal seri citycat 2000. Seri ini cukup populer karena sampai lebih dari 20 tahun sejak di luncurkan ,masih banyak dipakai oleh para mtb'ers.
Mtb lama tampak cantik dengan rem gantung dipasang di frame, kesan klasik sangat kuat pada sepeda yang masih menggunakan rem gantung.
Namun dibalik keindahannya, kita jangan lupa merawatnya. salah satu problem yang sering dijumpai dalam penggunaan rem gantung ini adalah sepatu rem /karet rem termakan tidak merata akibat pemasangan yang tidak 100 tepat.Dalam istilah yang lain karet rem habis sebelah. Pemasangan karet rem tang tidak pass bisa menimbulkan kerugian berupa karet cepat habis. Menghadapi turunan yang panjang dan berat bisa mempercepat habisnya karet rem .
Salah satu cara mengindari peristiwa /kejadian karet habis sebelah adalah sering merawat rem gantung pada sepeda kita.
Dengan rajin merawat kita bisa menghemat dan yang terpenting lagi selamat dijalan .
rem gantung Rawat , hemat, selamat

Kamis, 11 Februari 2010

Rute lain ke Stasiun Cikadongdong II

Energi kami terkuras usai melewati bukit gening tersebut. beruntung ketika bertemu jalan raya yang sesungguhnya , telah menunggu tukan es cendol. Langsung saja es cendol berpindah tempat ke perut kami.
Puas minum es cendol gowes kami lanjutkan kembali menyusuri jalan menuju pertigaan ciharahas – Puteran. Suasana disini lumayan sejuk bahkan dingin. Mungkin hujan yang sudah mendekati waktunya untuk turun membuat suasana saji sejuk. Di kanan dan kiri jalan sawah sawah lagi menghijau, belum keluar bulir bulit padinya.
Pada Masjid pertama di lintasan jalan tersebut kami sempatkan sholat dluhur di situ. Air melimpah dari sungai kecil di depan masjid kemudian ditampung sebagai pasokan air wudlu. Hmm , benar benar alami, air sejuk terus mengalir .
Sholat yang sudah kami tunaikan membuat kami bisa nggowes dengan lega rasanya ga ada beban lagi. Tenaga seperti di charge lagi, apalagi dari kejauhan sering kami dengan deru kereta api melintas di daerah tersebut. yang menandakan tujuan kami sudah dekat.
Jalan berkelok menanjak sudah lumrah di daerah ini. Namun dibalik panjangnya tanjakan yang ada , kita akan melihat sungai sungai yang mengalirkan airnya yang deras di desa puteran .
Stasiun Cikadongdong kami pijak ketiga waktu belum mencapai jam 3 sore. Stasiun Cikadongdong merupakan stasiun kecil . Stasiun ini hanya melayani kereta api Purwakarta Cibatu dan satu kali kereta api parahyangan jam 7;30 pagi. Walaupun demikian geliat pedagang yang memanfaatkan stasiun ini untuk menjual barangnya ke Bandung bisa dirasakan di sini. Sepertinya Stasiun ini cukup berarti bagi masyarakat sekitarnya.
Daerah yang berbukit dan di lewati sungai besar seperti Cisomang , cukup menjadikan alasan mengapa kereta api sangat penting di daerah ini. Menggunakan angkutan selain kereta api di daerah ini cukup mahal. Bersambung ………)

Senin, 08 Februari 2010

Super Power Pack

Berangkat dari sumber daya internal GPS saya yang Cuma ngepas 4 jam maka lahirlah kebutuhan sumber daya tambahan agar GPS bisa terus menerus berfungsi sebagai alat navigasi yang handal. Mulailah saya berburu power pack yang sesuai dengan kebutuhan .
Melihat untuk apa GPS Go Go 902 ini dirancang maka saya putuskan untuk mencari Power pack dengan daya 12 v, 1 Amper. Wah, untk ukuran power pack yang real portable , cukup sulit menemukannya. Rata rata power pack yang berada dipasaran memiliki kuat arus hanya dalam ukuran mili. Saya berfikir, arus segitu tidak akan bisa menggerakkan charger bawaan GPS yang dulunya mesti di colokkan di lighter mobil.
Power pack yang mendekati kebutuhan dari sudut kuat arusnya adalah tipe yang dipakai pada lampu emergecy. Biasanya lampu emercency berdaya 6 v , 4. 5 ampere. Jika memakai power pack tipe ini saya memerlukan dua buah powerpack . Saya fikir itun cukup merepotkan ketika harus saya bawa bersepeda.
Akhinya ketemu power pack 12 volt, 7,5 amper. Yang biasa digunakan paga motor lisatrik mainan anak anak . Apa mau dikata, yang cocok cuma ini . accu kering / power pack panasonic 12 volt ; 7,5 amper dengan waktu pakai kira kira 20 jam sesuai yang tertera di label bateray kering tersebut.
Super “Power Pack” Panasonic. Ini bukan power pack biasa, spesifikasinya sama dengan accu yang dipakai pada motor roda 2 . sepertinya ini accu sungguhan. Tapi kering dan agak ramping.dan bukan dijual di toko alat motor .
Setelah diasembly dengan lighter socket , jadilah power pack yang sebenarnya. Saya sudah test chargernya di socket lighter. Lampu led hijau menyala ketika saya pug in , berarti power pack ini sudah bekerja. Tinggal menempatkan di rack belakang.
Gowes dengan GPS tanpa kawatir lagi GPS mati karena low batt. Selamat tinggal low bat. Selama membawa serta power pack ini hp pun bisa dicharge di sini . daya power pack 12 V; 7,5 Amphere lebih dari cukup dipakai 24 jam ber GPS non stop.
Keterangan harga : Panasonic 12 V 7. 5Amp. Rp. 185.000,00
Lighter socket Rp. 20.000,00
Fitting 4 Pcs Rp. 2.000,00
1 Meter Kabel Rp. 3.000,00

Jumat, 05 Februari 2010

Mapai Curug Cipurut


warung Teteh Wanayasa (POS berhenti 1)
Kalau melintas di jalan Kapten Halim Purwakarta akan terlihat papan petunjuk jalan beberapa meter dari pos polisi Pasar Rebo. Papan petunjuk jalan tersebut menujukkan dua buah nama yaitu nama situ Wanayasa dan Curug Cipurut.
Jarak untuk mencapai curug Cipurut sekitar 26 km dari titik tersebut. lumayan gowesable . Bisa kami jangkau untuk kategori bersepeda satu hari. Karena jarak tersebut biasanya bisa kami tempuh dalam waktu 3 Jam . Kok lama sekali hanya untuk jarak 26 km kok perlu 3 jam . Memang jalan menanjak sepanjang rute merupakan sebab yang utama perjalanan memakan waktu lama.

Perjalanan pada awal tahun ini menuju curug cipurut merupakan perjalanan yang menyenangkan . dari sisi rute , jalur ini merupakan jalur yang lengkap. Road, gravel dan single track sampai harus nyambung dengan jalan kaki.
Lokasi Curug ini ada di dera Sumurugul. Desa ini bisa kita googling dengan google maps . cukup jelas posisinya. Tidak susah ditemukan .
Pada hari libur lokasi ini penuh dengan anak muda yang berlibur ditempat ini sehingga wajar banyak tempat penitipan motor mendekati lokasi curug yang berada di balik perkebunan teh.
Kelebihan curug ini adalah lokasinya yang tidak terlalu jauh dengan jalan raya membuat kita bisa berjalan kaki saja untuk mencapainya dari Wanayasa. Menggunakan kendaraan bermesin cukup berat untuk mencapai lokasi curug. Bersepeda lebih mungkin menaklukkan medan yang berat ini. Batunya banyak di sepanjang jalan . Sebuah mobil minibus yang kali itun bersamaan waktunya dengan saat kami up hill terpaksa berhenti di tengah jalan ga, sanggup menaklukkan rute . terpaksa penumpangnya jalan kaki , sama dengan kami yang lelah gowes.
Sampai di ujung jalan sudah tidak bisa di gowes lagi, jalan nya tanah semua, licin dan curam menanjaknya. Tapi puas walau ndorong ndorong sepeda , hawa dingin gunung sudah terasa di daerah ini belum lagi hampatan tanaman teh membuat kita ga usah jauh jauh ke Puncak, cukup di sini bisa tie Walk.
Akomodasi cukup tersedia, dilokasi air terjun , sepotong gorengan yang fresh dari wajan / bukan oven harganya Cuma 500 perak. Wah makan gorengan pada saat dingin bisa ketagihan. Murah sih , demikian juga kopi dan teh .
Puas makan gorengan kita bisa berendam di bawah air terjun yang cukup deras. Bagikita yang taat beribadah tidak usah khawatir dilokasi ini ada sebuah tempat sholat yang bisa dipakai dengan nyaman. Bersih dan lega.
Untuk yang pengin jalan kaki sepuasnya lokasi ini sangat bagus untuk dicoba. Bagi yang dari luar kota bisa menjangkau lokasi curug dengan dua cara yaitu naik bus tujuan Purwakarta . sambung ke Pasar Simpang sambung ke wanayasa . dari wanayasa jalan kaki saja. Ongkos pasar simpang wanayasa adalah Rp. 5000 ,00 tiap penumpang .
Cara yang kedua pakai kereta api turun stasiun Purwakarta. Selanjutnya sama , titik pertemuan kedua moda tersebut adalah pasar Simpang. Kendaraan ke dan dari wanayasa biasanya mangkal di lokasi ini. Tiket masuk hanya Rp. 3000,00 per orang dewasa. Anak anak masih bebas dari bea .

Kamis, 04 Februari 2010

Rute Lain ke Stasiun Cikadongdong

Sudah ga tahan rasanya , 2 minggu ga mancal sepeda karena berbagai alasan sar’i. mulai ngantar belanja istri , sampai ngantar anak les. Tapi hari minggu ini sudah saya niatkan pokoknya mesti gowes. Tujuan giowes kali ini sadah saya tentukan . stasiun Cikadongdong Desa Puteran Cikalong Wetan Bandung..
Pagi sudah hampir lewat ketika kami 7 orang mengarahkan sepeda menuju Plered . Seperti biasa perjalanan ke arah Plered agak lambat . Purwakarta yang berada pada ketinggian 120 m dpl dan Plered yang berada pada level 300m dpl membuat saya berkali kali memakai gigi super low 34 .
Syukur bisa mencapai Plered tanpa nuntun. Itu saja target yang saya ingin capai.
Rute yang biasa diambil jika gowes ke daerah Cikalong adalah Plered –Citeko- Cirata. Namun pakem itu tidak saya pakai lagi, sejak menenteng GPS saya putuskan mencari rute lain , Walau bukan baru tapi yang tidak biasa dilalui para goweser di daerah ini.
Melalui pertigaan jembatan ketera api Plered saya ambil jalan lurus , menghindari keramaian pasar tumpah , melewati jalan setapak yang sudah dikeraskan sepanjang sungai kecil yang akhirnya bisa menyambung dengan jalan Plered - Sempur.
Desa Sempur yang penuh dengan suasana pesantren kami pakai sebagai pos pengisi tenaga. Disini kami berhenti di sebuah warung pinggir jalan tepat didepan rumah kepala desa Sempur.Berbagai makanan dan buah ada disini. Dan kalo masih perlu makanan lain kita bisa dapatkan ditoko kepunyaan kepala Desa Sempur. Sepertinya lengkap sekali tokonya. Harganya juga wajar atau murah.
Jika masih belum cukup , di sebelah toko ada warung sate maranggi yang sepertinya mak nyuuus , dilihat dari yang pada makan di warung sate ini.
Dari lokasi ini rupanya jalannya terus menanjak walau tidak kami sadari. Menanjak entah berapa jauhnya tidak saya catat . Yang pasti tanjakan baru berhenti di ujung pertigaan desa Depok . Jalan kekanan bisa menuju Darangdan sedangkan ke kiri adalah ke Waduk Cirata melalui beberapa desa lagi.
Beberapa kali kami berhenti untuk mengagumi keindahan panorama alam di sepanjang rute ini. Jalan yang beraspal mulus dan areal persawahan yang sedang dipanen membuat kami tidak menyesal memilih rute ini. Sungguh paduan yang bagu antara pembagunan dan keindahan alam ada di jalur Sempur - Depok .
Setelah tanjakan ada turunan dan setelah turunan ada tanjakan , itulah hukum bersepeda. Gowes tanpa menyesal membuat kami mencapai waduk Cirata pada tengah hari. Perjalanan kami lanjutkan dengan mencoba rute potong jalan . melewati bukit “bening “ Melewati Bukit / gunung ini sepeda harus kita panggul dan mendaki terus jalan setapak.melewati rute setapak ini sangat merepotkan saya, sejujurnya saya ga siap rute manggul sepeda ini.berat sekali hampir hampir ada rute yang hanya bisa dilewati dengan setengah metrangkak sambil menggendong sepeda.
Selesai panggul sepeda bertemu jalan lagi , rupanya desa Ciroyom telah kami lewati, dan Stasiun Cikadongdong sudah semakin dekat ( bersambung )

Rabu, 27 Januari 2010

GPS Go Go 902


Lumayan sebelum memiliki GPS yang Khusus untuk Sepeda seperti Garmin Etrex dll. GPS berdaya tahan 5 jam ini cukup untuk navigasi di saat Gowes

Memasang GPS Go Go 902 di Sepeda


GPS tipe GoGO 902 adalah GPS yang diberikan secara cuma cuma atas pembelian produk Daihatsu atau Astra Daihatsu pada periode bulan tertentu. Kebetulan saya mendapatkan GPS tersebut dari daihatsu Purwakarta. Kebetulan sekali , dari dulu pengin banget biking dipandu alat navigasi hebat bernama GPS.
Begitu diserahkan oleh pihak Dealer, GPS langsung saya coba. Lumayan juga fungsi fungsinya sangat membantu mengendaraan di jalan raya. Namun niat saya adalah membawa alat navigasi ini sebagai alat bantu navigasi di saat bersepeda.
Secara umum peta yang mencakup pulau Jawa dan Sumatera pada GPS tersebut cukup jelas. Nama nama desa bisa muncul pada saat kita zoom peta/ mapnya. Ketika saya mencobanya bersepeda melewati jalan jalan kecil , GPS ini bisa memunculkan desa desa yang saya lewati, walaupun jalan tersebut tidak nampak di peta.
Utak- atik langsung saya mulai , dari sekedar membawa alat ini di gendongan saya di tas punggung Eiger saya. Sampai akhirnya terpikirkan bagaimana caranya alat ini bisa nangkring di handle bar sepeda atau stang sepeda. Pilihan jatuh pada bekas bel sepeda saya yang rusak. Bracketnya bisa saya assembly dengan bracket / crandle bawaan GPS buatan negeri tirai mambu ini . Pengunci pada bracket bel sepeda ini bisa mengikat crandle GPS dengan lumayan kuat. Tidak butuh usaha rumit untuk memadukan dua kit tersebut. hanya sedikit memperbesar lobang skrup yang saya lepas dari bracket lamanya .
Dengan kondisi yang cukup kokoh tersebut rasanya tidak ada kekhawatiran kalo hanya membawa GPS Go Go 902 bersepeda di jalan yang tidak terlalu ekstrim. Jika ingin 99 % aman dari kemungkinan GPS terlepas dari bracket barunya , kita bisa menambahkan tali tambahan atau double tip yang kuat supaya GPS tidak terjatuh saat ada goncangan keras . Masih banyak ruang untuk menambahkan tali strap agar GPS tersebut benar benar aman dari bahaya jatuh.
Dengan gabungan kit tersebut saya yakin 99% GPS tidak akan lepas dari bracketnya kecuali kita terjatuh / terjungkal . tenntu saja semua kembali kepada bagaimana cara kita memperlakukan sepeda kesayangan kita.

Senin, 28 Desember 2009

Mapai ke Taman Buah


Taman Buah mekar sari adalah tujuan kami gowes kali ini . 20 Desember 2009 , 10 goweser purwakarta mendatangi Stasiun Purwakarta selepas subuh. Perjalanan menuju cileungsi bisa ditempuh dengan berbagai cara. salah satunya menggunakan moda kereta api. Kereta Api kelas 3 tujuan Jakarta dari Purwakarta berhenti disemua stasiun termasuk Stasiun Lemah Abang Cikarang. Dari lokasi inilah gowes yang sesungguhnya menuju Taman Buah Mekarsari.

Bekal yang kami bawa cuma peta gratisan yang kami dapat dari komputer di kantor. Rute sudah ditetapkan Purwakarta -Taman Buah Mekarsari lewat Lemah Abang. Menggowes jarak jauh sudah sering kami lakukan . Tapi bergerak pada pagi buta baru kali ini kami laksanakan . Bukan sekedar Menggowes yang ingin kami capai , tapi menyiapkan kesiagaan teman teman itulah yang utama. bersepeda sudah biasa, Bersiap diStasiun Kereta pada jam Keberangkatan pertama lengkap dengan sepeda dan peralatan berkandara kereta angin ini tentu menjadi hal yang baru. Lumayan 10 orang berangkat pagi ini. Menggunakan gerbong barang pada rangkaian paling depan . Harga tiket cuma 2 ribu rupiah . Kereta mengantar kami .
Jez jez jez. pukul 07 pagi , sepeda telah kami turunkan dari gerbong . Perjalanan kami lanjutkan menuju Cileungsi melewati lippo Cikarang, Serang, Taman Buaya.
Cibarusah kami capai dengan aman ketika matahari belum begitu tinggi, Hasrat cepat ke titik tujuan membuat kami memacu sepeda terus. Sebelum jam 12 siang kami sudah meninggalkan taman Buah menuju stasiun Ketera lemah Abang. Kereta yang akan membawa kami ke Purwakarta dijadwalkan berangkat dari Stasiun Tersebut pukul 03:05 siang.
Stasiun Lemah abang menjadi saksi kesiagaan kami menggowes kapan saja. Stasiun yang cukup strategis ini menjadi saksi 10 laki laki menyelasaikan perjalanan yang cukup bersejarah bagi kami. Belum pernah kami seceria ini dalam bersepeda.
Tertawa, Berfoto ria di dalam gerbong. Sampai di Purwakarta puluk 17 :30 sore Odo menujukan 78 km gowes hari ini . Syukur Purwakarta Punya Stasiun Kereta Api. kami bisa Gowes kemana saja.
Cibatu adalah tujuan kami berikutnya.

Rabu, 09 Desember 2009

Pengendara Vespa Yang Baik Hati

Sore ini rabu, menunggu bus diperempatan jembatan mitra keluarga. tempat yang biasa saya gunakan menunggu kendaraan ke Arah Purwakarta. Bus yang saya tunggu telah lewat, perlahan di bergerak meninggalkan spbu dijalan chairil Anwar. saya coba mengejarnya ,tetapi kelihatannya sia sia . Bus bergerak lebih cepat, walaupun saya telah berusaha memberikan isyarat tanda akan menumpang bus tersebut.
Tiba tiba saya dikejutkan suara yang memanggil saya , seorang pengendara vespa mengajak saya bersamanya. Mau naik bus ya pak , ayo saya antar''. sayapun langsung membonceng vespa
tersebut.Vespa melaju, saya belum sempat menanyakan nama bapak yang baik hati itu. vespa telah mendahului bus yang saya kejar. Bapak menepikan vespanya , saya hanya sempat menanyakan tempat tinggal bapak itu dan tahun vespanya sebelum mengucapkan terima kasih kepadanya.
Syukur bisa tiba lebih cepat dirumah.

Selasa, 08 Desember 2009

Hanggatnya Kopi Nikmatnya Persahabatan


Pagi ini saya tidak menggowes. Saya masih harus mengantar les anak saya si Huma. Walaupun begtitu tetap saya sempatkan mampir ke tempat anak-anak sepeda Purwakarta mangkal sebelum gowes bareng. Walaupun ga gowes tapi tetap setor muka.,
Syukur anak-anak masih belum berangkat, jadi masih sempat ngbrol ngalor ngidul seputar sepedahan . Review sepedahan minggu lalu, sambil mendengar cerita dan hal-hal seputar sepeda versi masing masing.
Puas ngobrol anak - anakpun memutuskan untuk nggowes ke Waduk Cirata . Waduk Citara adalah sebuah tempat yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bandung. Tempat ini menjadi salah satu tempat yang cukup disenangi oleh Goweser Purwakarta.
Setelah Anak anak berangkat saya memutuskan untuk mengunjungi salah satu sesepuh sepeda di Purwakarta yaitu mang Ating. Goweser yang sudah berumur namun tetap konsisten bersepeda. Saya ditemani Muria yang juga memutuskan untuk tidak ikut serta anak anak ke Cirata karena sudah terlebih dahulu mengowes sendiri sepedanya.
Dicari dirumahnya ternyata si Mang pergi mencari rumput untuk kelinci piaraannya. Tidak kehilangan semangat , kami memutuskan mencarinya di tempat si Mang mengambil rumput. Ternyata ketemu mang Ating didekat Stasiun Kereta Api Purwakarta. Lelaki yang memiliki 2 sepeda tersebut sedang sedang dalam perjalanan pulang ketika saya memanggilnya.
Jadilah pertemuan kami tersebut. Mengambil tempat di jembatan kecil depan stasiun . kami duduk dengan santai. Bertiga ngobrol ngalor ngidul sambil menikmati kopi . Yah kopi Capucinno kesukaanku. Goodday Capucinno Cukup Rp, 2.500,- suasana jadi hanggat.