Selasa, 07 Juli 2009

Cross Country Selaawi -Cimayasari


Minggu tanggal 5 Juli 2009 kami melakukan kegiatan rutin dengan medan jalan yang lumayan bagus . Selaawi -Cimayasari. trek ini sebagian besar jalan aspal, hanya 20 % melewati hutan yang sebenarnya.Walaupun jalannya adalah jalan aspal namun ini adalah jalan pedesaan sehingga wajar kalo banyak lubang di sana sini. Tanjakan dan turunan adalah khas rute rute di purwakarta.
Titik tuju kami yang pertama adalah desa cipancur ,kemudian desa cikadu. kedua desa ini terletak di perbukitan . kalau kita lihat di google maps maka kita akan melihat beberapa daerah tangkapan air. Sayang kami tidak bisa mampir. karena tidak ada penunjuk jalan yang menterjemahkan antara peta dan kenyataan .
Desa Cikadu dapat kita capai setelah melihat simbol dURIAN di halaman balai desa. namun saya belum tahu hubungan nama tersebut dengan keberadaan buah durin di wilayah ini.
Ritual menyeberang sungai terjadi di rute ini. Jika ingin merasakan derasnya arus sungai sambil memanggul
sepeda silahkan coba rute ini.
Sukses menyeberangi sungai desa Cimayasari kita jejaki.
Desa Cimayasari terletak agak ke dalam dari wilayah sekitar Cipendeuy Subang. Disini kita bisa menemukan hutan karet. Dari sini kita bisa mengambil ke kiri ke Cipendeuy dan ke kanan akan sampai ke desa jalupang trus Banggala Mulya. Sebenarnya rute ke Banggalamulya yang ingin kami tuju. sayang sekali kami tidak bawa Peta, kompas apalagi GPS. Gowes terus membawa kami ke Cipendeuy. Untuk menghilangkan pebasaran kami dengan rute BanggalaMulya -Ponggang , kami memutuskan untuk pulang melewati desa Benteng dan Masuk ke Hutan di desa Cirende. Lumayan masuk hutan yang sebenarnya. Dengan Jalan Tanah bekas truk lewat.

Kamis, 02 Juli 2009

Reverse Route


Ini adalah pola bersepeda yang berkeseimbangan. Biasanya kita biasa melewati dari suatu rute yang monoton dari titik start A menuju titik finish B. Nah enaknya bersepeda gunung di Purwakarta , kita bisa saja membalik rute dari Titik B dan finish di titik A.
Trek yang kami lewati kali ini adalah start di Situ buleud depan rumah sakit Gunung Putri menuju desa salam Mulya melalui jalan aspal halus. Sampai di desa Salam Mulya kami mengambil jalan ke kiri. Rute ini adalah pembalikan rute yang kami lalui pada bulan Februari lalu.
Untuk mencapai desa salam Mulya ada dua tanjakan yang harus kita lalui , pertama tanjakan di Kampung Cihuni desa Lebak Anyar.Tanjakan yang lumayan berat ini berjarak sekitar 800 meter. Biasanya kami masih bisa melaju dengan kecepatan 10 km / jam . pelan ya, tapi namanya sepeda gunung , bisa melaju diatas 10km/ jam di tanjakan cihuni ini sudah bagus.
Sukses melewati Cihuni tanpa dorong kita bisa bersepeda agak santai, jalan didepan kita walaupun kecenderungannya naik, namun sudutnya relatif landai. Setelah rumah Makan sate Anwar II kita akan menajak sejauh 2,5 km untuk mencapai kawan hutan Ranca Darah.
Seperti biasa di setiap perubahan medan jalan kami regroup di pertigaan ini. Jalan dengan tipe 80 % rusak membentang di depan mata, kami akan melewati jalan rusak berbukit ini untuk mencapai desa Guruduk . Lokasi desa ini dapat dilihat di Google Maps, atau peta peta lokal di Indonesia. Namanya desa Guruduk , lumayan seram sesuai denagn kondisi jalan desanya yang penuh batu. Tidak ada salahnya jika para goweser mencoba menu ini. Ngetrek dari desa Salam Mulya ke Guruduk. Jika masih belum puas bisa kok , dilanjutkan ke desaWanawali dan Nyambung Ke desa Cikadu.
Melewati medan yang berat ini kami mengalami ritual ganti ban dalan seorang MTB-ers. Lumayan melatih kesigapan dan kerja sama tim .
Bagi yang mau mencoba rute ini , jangan khawatir kehabisan logistik, di beberapa lokasi dapat ditemui warung warung yang menyediakan air minum dan bahan berkarbonhidrat.

Mata Air Panas Ciracas

Sumber Air Panas ini kami datangi hari minggu tanggal 28 Juni 2009. Lokasi mata air panas ada di Desa Ciracas, Kecamatan Kiara Pedes. Keberadaan Mata Air panas di Kabupaten Purwakarta membuat saya penasaran. Saya koordinasikan teman - teman yang sudah pernah ke daerah ini untuk memandu tim yang akan mengunjungi mata air panas desa Ciracas.
Untuk sampai ke desa Ciracas kami mengambil rute Situ Buleud - Wanayasa – Babakan – Cibeber _ Kiara Pedes dan Desa Ciracas. Pukul 12: 30 Siang kami mencapai lokasi sumber mata air panas. Bagi yang menyukai perjalanan di kebon teh , rute ini juga melewati jalur perkebunan teh . Walaupun tidak melewati tengah perkebunan namun di samping kanan kiri jalan yang kami lewati selepas Wanayasa banyak ditumbuhi pohon teh. Bahkan di jalur tersebut kami temui juga Pabrik teh lokal . “Pabrik Teh Anggraini”. Jika ada MTB-ers yang ingin bersepeda di areal perkebunan teh , disini lokasi terdekat yang bisa kita capai.
Lelah Bersepeda kita bisa berendam Air panas di desa Ciracas. Makan dan Minum bisa kita dapatkan di warung kecil dekat nmata air panans ini. Kami pun sudah mencobanya. Maskan yang enak dan harga yang terjangkau. Disini kita bisa bersepeda ditengah suhu udara yang sejukn khas daerah gunung.

Kamis, 25 Juni 2009

Peta Rute Mulya Sejati - Batu Belah

Rute Mulya Sejati - Batu Belah


Rute ini sepertinya menjadi rute wajib bagi para MTB ers di daerah Karawang dan Purwakarta. Untuk memenuhi aturan tersebut kami untuk yang ketiga kalinya menyambagi rute ini. Untuk kesempatan ini kami memulainya dari Mulya Sejati melewati Batu Belah menuju desa Kuta Manah .

Seperti adatnya kami memulai gowes dari situ buleud menuju hutan karet di Kecamatan Campaka. Rute ini relatif datar tidak ada tanjakan , malah ada turunan panjang sebelum memasuki daerah Cibungur.

Selepas Cibungur kami menyebarangi jalan kereta melewati desa wanakerta dan sampai di BIC. Di sini jalan datar dan panjang sampai kami mencapai kawasan industri Indotaisei . kami regroup di sini karena ada beberapa anggota kami yang salah mengambil jalan ketika sampai di BIC.

Rumah yang ditinggal penghuninya karena sebaq yang saya tidak ketahui banyak dijumpai di perumahan Karawang Baru. Selepas Karawang baru kami mengisi bahan bakar nabati untuk tubuh kami. Gorengan , lotek dan teh manis bahkan minuman suplemen kami isikan ke tubuh kami . Sebuah warung di tepi jalan selepas perumahan , memberikan harga yang sangat bersahabat dengan kantong kami.

Pasar Uduk- Uduk , desa Mulya Sejati kami lewati sebelum menaklukkan tantangan tanah berlumpur di lahan tidur antara desa Mulya sejati dan desa Kuta Manah, lumayan menguras tenaga kami sampai bekal air minum ludes dilumat panas yang terik.

Batu belah membuat kami mendorong , sepeda . turunan yang dulu kami nikmati sekarang kami rasakan dahsyatnya ketika kami balik menjadi tanjakan. Dari titik ini kami terus menanjak sampai desa Kuta Manah dan menikmati turunan panjang sampai desa Cikao Bandung .

Rabu, 24 Juni 2009

Merambah Gunung Parang



Minggu tanggal 14 Juni 2009 kami mencoba rute Gunung Parang. Gunung parang adalah sebuah gunung yang terletak di kecamatan Tegal Waru, Purwakarta. Ya masih disekitar Purwakarta. Salah satu alasan yang mebuat kami masih bermain MTB di sekitar purwakarta adalah daerah kamin kaya akan rute off road yang cocok untuk pengguna MTB.
Rute yang kami lalui pada dasarnya dibagi menjadi 3 kategori. Rute jalan raya dari Depan Rumahsakit Gunung Putri sampai pertigaan Selalawi. Rute jalan raya rusak antara Selalawi sampai desa Panyindangan. Dan rute jalan berbatu antara desa Panyindangan sampai desa Pasanggrahan.
Rute jalan raya antar situ Buleud ke Selalawi merupakan jalan halus dengan rute menanjak, Jika saya tidak salah membaca odometer, jalan ini menempuh jarak lebih dari 10 Km. Dititik ini kami berkumpul kembali setelah melewati rute on road. Rute selanjutnya kami melewati desa suka Maju, , Tajur Sindang, dan desa Sindanglaya sebelum sampai ke Desa Panyindangan. Tanjakan khas pegunungan cukup menguras tenaga kami sebelum akhirnya jam 12:30 kami mencapai desa Panyindangan dan mengisi perut kami dengan bekal nasi timbel yang kami siapkan.
Dari Desa Panyindangan kami menuju desa Pasanggrahan. Rute ini cocok sekali untuk sepeda Full Suspensi. Tapi dengan perjuangan yang tak kenal menyerah, kami berhasil melewati tanpa kecelakaan . Satu satunya kendala yang kami temui adalah teman teman kami 3 kali mengalami ban bocor.

Kamis, 21 Mei 2009

Cyclocom


Salah satu peralatan yang dapat membatu kita dalam gowes - menggowes sepeda kesayangan adalah cyclocom atau anak anak sering menyebutnya kilometer. Kenapa bisa begitu? Ya namanya juga anak-anak sepeda memberi nama alat alat sesuai fungsinya. Cyclocom banyak memiliki fungsi tetapi yang paling menonjol adalah fungsi yang berkaitan dengan jarak , kecepatan , dan lain lain .
Diantara Cyclocom yang ada dipasaran yang baru diluncurkan atau katakanlah yang baru saya kenal adalah Magic One .Magic one adalah cyclocom tipe wire less atau tanpa kabel yang menghubungkan sensor unit dan display unit . Magic one wire less seri MG CCL 14 memiliki 14 fungsi dengan display yang cukup jelas .
Bukannya promosi tetapi Magic one memiliki kesesuaian antara harga dan fungsinya. Dengan harga berkisar pada kisaran dibawah Rp. 250 .000,00 maka magic one termasuk peralatan yang patut dipertimbangkan . Jujur saja ini merupakan cyclocom wire less dengan harga yang paling menarik yang saya jumpai dipasaran .
Fungsi Odometer dari alat tersebut mampu mendeteksi jarak tempuh dengan tingkat akurasi sampai pada angka 2 meter, jadi jarak tempuh berubah tiap sepeda kita gowes sejauh 2 meter.
Magic one MG CCL 14 ini diaktifkan secara manual melalui tombol disebelah kanan. Sedangkan fungsi auto off akan berfungsi jika tidak ada aktifitas selama kurang lebih 6 menit.
Keunggulan lain dari cyclocom ini adalah fungsi pembaca temperature udara. Namun sampai sekarang say belum mengerti mengapa fungsi ini disertakan dalam seri CCL 14. Seandainya bisa mengajukan usulan fungsi tersebut diganti saja dengan fungsi kalori meter yang sangat penting ketika kita sedang beraktifitas di luar ruang seperti bersepeda. Tidak adanya fungsi kalori meter itulah mungkin salah satu kelemahan gadget ini diantara kelebihan kelebihan yang sudah saya urai diatas.
Cyclocom yang sudah saya pakai lebih dari 100 km tidak menunjukan adanya tanda tanda error dalam pengoperasiannya. Namun jujur saja alat ini belum saya pakai kelewati guyuran air hujan . Beberapa cyclocom yang pernah saya pakai disepeda saya biasanya kehilangan fungsinya ketika diguyur air hujan , bahkan terkena air ketika di cuci saja bisa kehilangan fungsinya untuk sementara waktu.
Nah , jika teman teman kebetulan belum memasang cyclocom di sepeda kesayangannya , tidak ada salahnya mencoba Magic One tipe CCL 14 saya jamin gowes makin asyik.

Senin, 18 Mei 2009

Nambah Bidon , air -air



Bagaimana mensiasati keterbatasan volume bidon? Bidon adalah wadah air yang terbuat dari bahan plastic atau metal yang biasa dibawa oleh pengendara sepeda. Biasanya daya tampung bidon berkisar pada angka 500- 750 cm 3 atau paling banyak 0,75 liter.
Jumlah sebanyak itu biasanya tidak mencukupi untuk memebuhi kebutuhan air minum selama perjalanan. Kebutuhan air mulai bertambah jika kita mengayuh sepeda dibawah terik matahari. Maklum jika pasas mulai menerpa tubuh kita maka keringat yang kita keluarkan juga bertambah banyak .
Sepeda tertentu memang menyediakan tempat bidon lebih dari satu , namun kebanyakan sepeda yang saya temui , terutama sepeda dengan frame generic hanya menyediakan satu tempat bidon / botol air.
Jika anda memiliki uang yang cukup membawa hydration pack mungkin menjadi cara yang tepat . Hidrations pack yang ada dipasaran paling kurang membutuhkan dana Rp. 250.000,00 , suatu jumlah yang relatif besar untuk kantong bagi sebagian orang.
Salah satu alternatife yang bisa kita lakukan adalah membuat dudukan botol air tambahan. Salah tempat yang bisa kita instal dudukan bidon / bottle cage adalah dibelakang seat post / tiang sadle. Alat yang kita perlukan adalah tali strap atau cable ties sebanyak 4 pcs.
Saya telah menerapkan cara diatas dan ternyata cukup berhasil , setidaknya botol tambahan tersebut berguna sekali menyediakan tambahan air minum selama saya menggowes sepeda.

Senin, 11 Mei 2009

Menengok Curug Cijalu


Sudah sekian lama ingin sekali tour ke Desa Cipancar. Desa Cipancar berada didaerah Sagalaherang, Kabupaten Subang. Desa Wisata tersebut kita bisa menikmati indahnya pemandangan kebon Teh yang berada di wilayah Afdeling Ciater.
Perjalanan dimulai dari Base Champ Patriot di depan Rumah Sakit Gunung Putri Purwakarta. 12 orang kami menggowes setapak demi setapak menuju pos pertama di Situ Wanayasa.Gowes dari jam 07:30 dan sampai di Wanayasa 09:30 . yah pelan sih jarak 25 km menanjak kami capai dalam waktu 2 jam.

Dari Wanayasa perjalanan masih tersisa 18 km lagi dengan jalan sebagian besar menanjak dan sesekali ada bonus turunan sebelum dihadang tanjakan berikutnya. Sampai dipertigaan kantor desa Cipancar ke arah Curug Cijalu medan masih jalan aspal namun menjanjak terus sejauh 3 km. dan 1 km menjelang Curug , jalan aspal berganti dengan jalan gravel atau jalan berbatu khas perkebunan teh.

Indahnya perjalanan tidak dapat dilukiskan dengan kata – kata .Sebagai gantinya saya postkan beberapa hasil jempretan teman - teman kami melalui HP mereka.

Minggu, 10 Mei 2009

Ekspedisi Gunung Sembung


Gunung Sembung adalah sebuah gunung di daerah Purwakarta. Disana terdapat pertambangan golongan C berupa batu belah . Gunung Sembung berada di ketinggian 311 mdpl. Untuk mencapai gunung sembung kami bisa mengambil rute Cibinong Jatiluhur.
Perjalanan dimulai dari base camp kami di Situ Buleud Purwakarta. Minggu 10 Mei 2009, 12 orang mulai menggowes sepedanya menuju Stasiun Ciganea. Di Staiun Ciganea rombongan berhenti sebentar untuk menunggu teman kami Bp Rahmat yang berbadan tinggi .
Dari Ciganea ini rombongan menyusur tepian jalan kereta menuju daerah Pasir Ipis. Dari Ciganea ini rute naik dan turun atau menyerupai huruf U. dan terdapat turunan yang cukup tajam menjelang desa Cibinong. Beberapa anggota Patriot pernah mencium tanah di jalur ini .
Setelah melewati sungai dengan melalui jembatan bambu single trek kita akan menemui medan off road yang cukup menantang. Tanjakan cukup tajam sampai-sampai ban roda depan terangkat . Dua tanjakan dengan jalur tunggal/ single trek tersebut mengantar kita ke jalan berbatu menurun cukup tajam dan berakhir di tepian danau Jatiluhur.
Dari tepian danau ini terdapat sawah sawah yang habis dipanen, dan kita bisa melihat puncak gunung Sembung yang hampir hilang . Dari kejauhan tampak Gunung sembung sudah terbelah oleh aktifitas penambangan batu. Dari titik ini Gunung Sembung kami daki. Setapak demi setapak ban bergerak dan akhirnya pukul 11: 00 gunung sembung kami lewati.
Setelah gunung Sembung rute menurun dari Malang Nengah, Stasiun Sukatani dan finish lagi di Purwakarta jam satu siang.

Senin, 30 Maret 2009

Tour Pasir Munjul - Pasawahan


Melewati bukit dan gunung, menyeberang sungai dan melintas persawahan , itulah ringkasan rute kali ini. Minggu 22 Maret 2009, 11 pria tangguh menggowes sepedanya dari depan Rumah sakit Gunung Puteri Purwakarta.
Rute yang kami lewati rencananya berakhir di danau cirata , namun karena salah melewati jalan akhirnya kami finish di Pasawahan . Jauh sekali biasnya , bisa dikatakan 180derajat bergesernya.
Pagi jam 08:35 , rombongan bergerak dari Situ Buleud ke arah Ciganea melalui jalan raya Purwakarta - Bandung atau melalui jalan lama. Medan merupakan jalan raya dengan aspal mulus. Sesampainya di jembatan kereta api yang melintas di atas jalan raya , kami mengambil jalan kecil yang belok ke arah kiri. Dari sini nuansa cross country sudah terasa, jalan merupakan jalan desa yang sudah dilapisi dengan aspal , namun demikian terdapat pula beberapa ruas yang cocok dilewati dengan sepeda gunung ber - ban besar.
Dua Tanjakan kita lewati sebelum bertemu kembali dengan jembatan kereta api diatas kepala kita. Dalam peta daerah tersebut tertulis desa Cisalada.disini kita bisa melihat sawah yang mulai dipanen. Dengan mengikuti jalan tersebut , kita akan mencapai daerah Cijambe dan kemudian Krajan satu.
Berhenti di sebuah warung dipertigaan jalan adalah awal menyimpangnya jalur.
Perjalanan yang hanya berbekal peta terbitan lama yang tidak menyertakan nama desa membuat kami bertanya sana sini. Penunjuk jalan mengatakan jalur kiri adalah jalan buntu, belok kanan bisa ketemu jalan . kamipun mengambil jalan ke kanan , menaklukkan tanjakan panjang , dan bertemu jalan besar .
Gowes tanpa berhenti sampailah kami di desa Cibodas , suatu desa yang berada di daerah Cianting , Plered .untuk memenuhi hasrat cross Country kami mengambil jalan ke kiri dan berharap finish di daerah Pasawahan.
Jalan menanjak sejauh hampir 1 km cukup menguras stamina , wajar saja kami sudah memasuki daerah perbukitan disekitar desa munjul jaya. Kami tetap melanjutkan gowesan .
Setalah melewati persilangan jalan tol di daerah Pasir Munjul kami menemui bonus turunan yang lumayan panjang , jika diukur panjang turunannya bisa melebihi jarak 2 km. Satu hal yang membuat kami takjub ketika melewati turuna yang panjang kami berpapasan dengan seorang pemuda berjalan pelan menunju arah berlawanan dengan kami sambil memanggul karung berisi sesuatu. Kami tidak tahu apa isinya namun kelihatan sesuatu yang bertat. Turunan dengan jalan gravel baru habis ketika jalan tersbut juga berakhir .
Setelah sholat duhur, sepeda kami tuntun melewati pematang sawah dan melintas sungan tanpa jembatan bolak balik 3 kali. Menyeberang sungai ini sangat menarik , beberapa goweser terpeleset dan basah tekena air sungai.
Setelah sungai dan sawah kami lewati barulah kami bertemu dengan jalan beraspal. Namun jalan aspal bukan surga bagi kami , karena di depan terpampang lima tanjakan yang cukup panjang sebelum kami mencapai finish di Pasawahan.

Jumat, 20 Maret 2009

Trek Hutan Cirende


Hari minggu tanggal 15 Maret 2009 goweser dari Patriot Purwakarta mencoba menjelajahi rute di hutan Cirende. Hutan Cirende dapat kita capai melalui jalan Ipikgandamanah masuk ke daerah Munjul Jaya.
Daerah mujul Jaya menuju Cirende didominasi oleh turunan panjang sampai kita mencapai jembatan Ciherang.Dari jembatan Ciherang kita harus melalui 2 tanjakan sebelum mencapai hutan Cirende.
Trek di hutan cirende didahului dengan jalan makadam . Trek yang diambil adalah jalur kanan . Memulai kayuhan dengan gear ringan kita dapat menyaksikan kebun Jatropa di sisi kanan jalan .Melewati kebon jatropa kita akan disambut dengan tanaman pohon mindi.
Jalan makadam dengan tanjakan khas daerah perbukitan akan banyak kita temui di rute ini .
Kurang lebih ada 5 bukit yang dapat kita lewati di rute hutan cirende.
Bagi yang penasaran dapat mencoba rute ini Rute ini dekat dengan daerah yang dihuni manusia jadi tidak usah khawatir tersesat.
disekitar Hutan banyak terdapat galian pasir dan areal persawahan bahkan beberapa bekas galian pasir menjadi danau danau kecil pada saat musim hujan tiba.

Selasa, 10 Maret 2009

Live After Death

Judul diatas patut diberikan untuk sepeda saya yang baru. Sepeda tersebut adalah pemberian istri saya yang saya rakit kembali. Sepeda tersebut berfungsi kembali setelah 10 tahun mangkrak di gudang. Sepeda warna biru tersebut adalah sepeda dinas untuk Bidan Desa pemberian pemerintah tahun 1998.
Sepeda berwarna biru dengan cap / Merk Gazele lady tipe S/N 00551774 , adalah sepeda yang diberikan pemerintah kepada Bidan PTT . Pemberian tersebut sebenarnya patut disyukuri, karena semenjak saat itu tidak ada lagi pemberian bantuan alat transportasi yang didapatkan istri saya selaku Bidan Desa.
Awalnya istri saya senang sekali menerima bantuan alat transportasi tersebut, namun medan berat yang harus dilalui waktu itu membuat sepeda tersebut tidak berdaya ataupun tidak banyak berfungsi. Ketika dipakai untuk melakukan pos yandu barang bawaan sering jatuh karena jalan desa yang waktu itu masih didominasi batu – batu sebesar kelapa. Nah karena itu akhirnya sepeda Gazele Lady ukuran 26 “ disimpan digudang.
Nah , namanya tidak pernah dipakai , lama lama pasti terjadi kerusakan , dan lengkaplah alasan mengapa sepeda yang semula bagus menjadi mati suri.Beruntung setelah sekian lama tertidur , sepeda Gazele itu bisa dirakit kembali . Namun sebelum dirakit Frame Gaz, tersebut dibawa ke Purwakarta dari tempat istirahatnya di Pati Jawa Tengah., bahkan sebelum dibawa ke pati sepeda tersebut memiliki wilayah kerja di daerah Sulang Kabupaten Rembang. Bersyukur Sepeda tersebut sudah dapat dipakai keliling kompleks. Tidak hanya itu sepeda Gaz, tersebut sudah saya coba sejauh 15 km dan tidak ada tanda tanda bakal nyusahin di jalan.
Kalau saja sepeda ini dapat bicara maka dia akan bersyukur terus , pasalnya selain dapat memberi manfaat kepada pemiliknya, kelengkapan atau spare part yang dipasangkan tergolong part kelas atas sebut saja: shifter menggunakan Shimano revo Shift 7X3 , Rear Gear memakai Shimano . Berikut adlah Drive Train yang dipakai :
1. Frame : Lady Gaz.. 26”
2. Rear Derailure :Shimano C 201 Megarange rapid rise
3. FD : Shimano Altus A10
4. Rear Gear: Shimano 7 Speed.14-28
5. HuB dan Free Hub: Bitek
6. Bottom Braket : Shimano UN 25
7. Fork : RST 26” catilever brake tipe.
8. Brake : Calilever Shimano Exage
9. FC: Apexi Sun race 22-42 , 175 mm
10. Seat Post: Kalloy 28.6 mm
11. Sadle : Velo Push
12. Stem : Kalloy
13. Handle bar: MJ Cycle alloy
14. Rim : ATB
15. Tire: Swable
16. Heat set : CH standard size
17. Bottle cage: Alloy
18. Shifter brake: Alloy
19. Pedal: xerama

Sepeda tersebut sekarang nyaman dipakai keliling kompleks dan sebentar lagi bakal dipakai ikut touring di berbagai event di Purwakarta dan sekitarnya.